Wisata ke Museum? Kenapa Tidak!

Jika anda merasa bosan dengan akhir pekan anda yang banyak diisi ke mal atau sekadar ngopi di kafe, atau mau ke pantai tapi jauh dan pantainya tidak menarik seperti di Ancol? Mungkin anda bisa mempertimbangkan untuk wisata ke museum. Ya, museum! Saat ini bisa dibilang jika museum di Indonesia semakin menarik karena dikemas dengan interaktif dan disain interior yang lumayan atraktif. Beberapa diantaranya pernah dinobatkan sebagai museum terfavorit pilihan pembaca Tripadvisor. Sebut saja museum Nasional (museum gajah) di Jakarta dan museum Antonio Blanco di Ubud. Jadi lupakan kesan kuno saat anda mendengar kata museum. Selain itu, hampir di semua provinsi memiliki museum sendiri yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Setidaknya ada beberapa alasan yang dapat anda jadikan referensi untuk berwisata ke museum sebagai alternatif pengisi akhir pekan anda. Selain mengisi waktu luang, ada hal-hal lain yang lumayan berharga dari kunjungan ke museum. Apa saja?

1. Pengetahuan (baik sejarah, antropologi dan seni/budaya)

Museum menurut kamus besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai gedung yg digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yg patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno. Selanjutnya secara khusus museum dapat digunakan untuk menyebut koleksi khusus yang disimpan di dalam museum seperti museum kereta api, museum perangko, museum bahari, museum wayang, museum tekstil, museum wayang dan lain sebagainya. Oleh karena itu keberadaan museum sebenarnya adalah sebagai media edukasi masyarakat tentang hal-hal di masa lalu atau tentang sesuatu hal seperti seni dan budaya.

Patung Gajah di Museum Nasional Jakarta
Patung Gajah di Museum Nasional Jakarta

Jika di sekolahan anda akan belajar teori, maka di museum anda bisa melihat secara langsung bukti-bukti sejarah atau benda budaya yang akan memperkaya pengetahuan anda. Visualisasi pengetahuan ini biasanya bersumber dari barang asli atau replika. Contohnya adalah koleksi arca dan prasasti di museum Nasional Jakarta yang kebanyakan adalah asli dari temuan-temuan arkeologis.

Saat saya mengunjungi museum wayang di kawasan Kota Tua Batavia, saya baru mengetahui bahwa wayang juga ada di daerah lain, selain di Jawa, bahkan ada di negara lain. Bagi saya, ini adalah pengetahuan yang sangat berharga meskipun terkesan sederhana. Contoh lain yang menarik adalah museum Dirgantara di komplek LANUD Adi Sucipto di DIY. Aneka koleksi pesawat TNI AU dipamerkan di sini dan mungkin tak banyak orang tahu jika ternyata TNI AU memiliki berbagai jenis pesawat yang bersejarah.

wayang kulit dari Bali (di museum Wayang)
wayang kulit dari Bali (di museum Wayang)

Pada intinya, museum dapat menjadi media untuk menambah pengetahuan bidang sejarah suatu bangsa, sejarah suatu organisasi, sejarah budaya, aneka macam bentuk sosial budaya masyarakat dan produk budaya yang biasanya berbentuk karya atau benda seni.

2. Menumbuhkan rasa kepemilikan
Jika anda berkunjung ke museum sejarah semacam museum Nasional, museum Proklamasi, museum Perumusan Naskah Proklamasi, atau museum KAA di Bandung, maka rasa kebangsaan dan memiliki bangsa ini akan tumbuh di hati anda, atau semakin memupuk dan menambah rasa memiliki itu. Selain itu, kunjungan ke museum tekstil atau museum wayang dapat menambah rasa kepemilikan anda pada budaya asli Indonesia.

3. Rekreasi yang murah meriah
Masuk ke museum sebenarnya tidak mahal, terutama untuk museum yang dikelola pemerintah, bahkan ada pula yang gratis. Museum besar sekelas museum Nasional mematok retribusi masuk Rp.5.000 untuk dewasa dan Rp.2.000 untuk anak-anak. Jika anda berombongan, tentunya ada diskon khusus.

Berbeda jika museum dikelola oleh swasta, bisa jadi tiket masuknya lebih mahal. Maklum saja namanya juga swasta. Meski demikian, biasanya pelayanan dan disain interiornya juga cukup baik.

Selain itu, keberadaan taman dan ruang publik yang luas di dalam komplek museum bisa dijadikan tempat untuk berekreasi bersama keluarga atau teman. Museum sejarah Jakarta atau yang kondang disebut museum Fatahilah adalah salah satu contohnya. Di halaman museum terdapat aneka atraksi dan penyewaan sepeda untuk sekadar berkeliling di lapangan. Jika anda akan ke Jogja dalam waktu dekat, misalnya, anda dapat mengunjungi museum Ulen Sentanu di Kaliurang. Selain isinya yang sangat bagus tentang budaya Jawa, anda juga bisa menikmati suasana pegunungan Merapi di Kaliurang.

Pilih-pilih sepeda di lapangan Fatahilah
Pilih-pilih sepeda di lapangan Fatahilah

4. Media pembelajaran bagi anak-anak
Tak hanya untuk orang dewasa, museum juga baik untuk anak-anak sebagai media pembelajaran tentang sejarah dan budaya melalui cara visual. Tentunya dengan melihat langsung aneka koleksi museum, dan syukur-syukur ada interaktifnya, dapat menjadi hal yang berkesan bagi mereka.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo ke museum akhir pekan ini!

Referensi bagus untuk jelajah kota tua jakarta dengan berjalan kaki ada di blog tetangga, di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *