Tips Memilih Pakaian Traveling ke Destinasi Bermusim Dingin

Destinasi beriklim sub-tropis selalu eksotis untuk dikunjungi, terutama saat musim gugur dan musim dingin. Maklum saja bagi orang desa seperti saya seumur-umur baru menyentuh salju beberapa tahun lalu. Merasakan musim dingin dengan saljunya di dataran Eropa, Amerika utara, Korea, Jepang, Tiongkok, Nepal atau India bagian utara tentu saja sangat menarik dan membuat penasaran bagi mereka yang belum berkesempatan melihat dan menyentuh salju. Karena suhu yang lumayan ekstrem bagi orang tropis, maka bepergian ke destinasi bermusim dingin harus dipersiapkan dengan baik terutama menyangkut pakaian musim dingin atau Bahasa bulenya Winter Gear. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut beberapa tips dari saya:

1. Browsing informasi suhu udara destinasi jauh-jauh hari
Kecanggihan teknologi informasi membuat perjalanan semakin mudah dan tak ketinggalan masalah pakaian. Di daerah bersalju, suhu udara sangat bervariasi, dan saat ini cenderung tak menentu karena efek pemanasan global. Namun pada intinya adalah dingin! Maka dari itu anda harus tahu kisaran suhu udara pada waktu anda berangkat melancong. Rata-rata suhu udara pada akhir Desember di Lithuania, contohnya, adalah 0 hingga -12 derajat Celcius. Meskipun kadang bisa naik mendadak menjadi +5 derajat Celcius. Sedangkan di Seoul bisa mencapai suhu terendah di 0 hingga -3 derajat di bulan Desember. Tren suhu udara pun semakin turun di bulan Januari hingga Februari, dan akan kembali naik sekitar Maret. Oleh Karena itu waktu perjalanan anda akan menentukan jenis pakaian yang akan anda gunakan.

2. Pakaian Atasan dan Jaket
Kunci menghadapi musim dingin adalah pakaian yang tepat di tempat yang tepat. Jadi bila anda salah kostum, bukan tidak mungkin anda akan mati gaya dan parahnya jatuh sakit. Untuk destinasi bersuhu rata-rata -10 hingga -15 derajat Celcius anda dapat menggunakan kombinasi seperti ini:

a. Lapisan pertama: daleman berteknologi termo (menyimpan suhu hangat tubuh). Daleman ini juga kondang disebut Longjohn. Sepintas bentuknya hanya seperti kaos lengan panjang, namun terbuat dari bahan khusus yang mampu menyimpan suhu hangat tubuh. Di Jakarta telah banyak toko yang menjual pakaian semacam ini, namun tak semua bermutu bagus. Tanpa bermaksud promosi, saya menggunakan merek UniQlo yang memiliki teknologi menyimpan suhu hangat bernama Heattech. Pada prakteknya, saya baru memakainya jika suhu udara sangat rendah, dibawah nol derajat Celcius.
b.Lapisan kedua: sweater berbahan wool atau fleece. Kedua bahan ini sebenarnya berfungsi sama, yakni untuk menyimpan suhu hangat tubuh dan menghalau dingin dari luar. Meskipun terkesan berfungsi sama dengan Longjohn, namun sebenarnya sweater berbahan wool atau fleece menjadi penyempurna fungsi Longjohn. Di suhu yang lebih rendah dari -5, contohnya, anda akan merasakan faedah sweater tersebut. Saya memilih yang berbahan fleece karena faktor harga dan mudah didapatkan di toko peralatan pecinta alam. Kebetulah saya memakai merek yang sama dengan Longjohn diatas.
c.Lapisan ketiga (terakhir): Jaket berbahan polyester bersisikan bulu angsa (down) yang tahan angin dan air. Di pasaran banyak sekali jaket untuk musim dingin, termasuk di Jakarta. Namun yang bagaimana yang baik? Itu gampang-gampang susah menjawabnya. Bagi saya, jaket yang ringkas dan ringan adalah prioritas. Saya tidak mau ribet dan lambat karena keberatan jaket. Hehehe. Untuk itu, saya sendiri memilih jaket polyester berisi bulu angsa (down) yang tak begitu tebal namun ringan. Kebetulan lagi, saya menggunakan jaket dari merek UniQlo yang cukup hangat saat saya pakai di tempat bersalju hingga bersuhu -15 derajat. Banyak merek menjual teknologi bulu angsa, namun saya menyaringnya dari merek yang sudah terpercaya. Meskipun agak mahal, namun kualitas bisa diandalkan.
Lapisan luar dari polyester setidaknya tahan air dan angin karena salju bersifat basah (air) dan angin yang kencang dapat membuat anda masuk angin. Sebenarnya ada jenis jaket berinsulasi yang biasanya dipakai untuk cuaca super ekstrim. Namun sebatas pengetahuan saya, jaket ini belum ada di Indonesia namun dapat dipesan di toko online dari luar negeri. Harganya pun relatif mahal untuk merek semacam thenorthface, mamot, jackwolfskin, dll. Ulasan mengenai jaket UniQlo ini pernah saya tulis di sini.

3. Pakaian Bawahan
a. Lapisan pertama: daleman celana Longjohn. Sama seperti atasan, pada suhu minus, ada baiknya membuat tubuh ini nyaman dengan memberi perlingungan terhadap dingin berupa celana Longjohn. Mirip-mirip dengan atasan, celana Longjohn juga berbahan khusus untuk menahan/ menyimpan suhu hangat tubuh. Sebenarnya penggunaan celana ini opsional alias pilihan karena hanya untuk suhu ekstrim. Saya sendiri baru memakainya jika suhu cuaca sudah lebih rendah dari -5 derajat celcius. Jika masih sekitaran nol derajat, saya masih nyaman memakai jins.

Contoh celana longjohn
Contoh celana longjohn

b. Lapisan kedua (luar): Jeans atau celana tebal atau celana khusus winter. Banyak pilihan untuk pakaian bawahan, terutama jenis celana panjang. Bisa berbahan jins, wool, koldorai, atau celana khusus untuk musim dingin yang berbahan polyester berlapis fleece. Jenis terakhir yang saya sebut sepertinya sudah dijual di Indonesia untuk keperluan pecinta alam. Kalau tidak salah, merek semacam Eiger pun sudah ada. Saya sendiri lebih nyaman menggunakan jins atau jins berlapis celana Longjohn (bila diperlukan).
Saran saya bila destinasi anda cukup dingin, sebaiknya memiliki setidaknya satu celana Longjohn untuk sekadar berjaga-jaga bila anda kedinginan.

4. Syal atau pelindung leher
Leher manusia sangatlah sensitif, tak terkecuali terhadap dingin yang berangin. Untuk itu anda wajib menyiapkan syal atau pelindung leher (semacam sarung leher) berbahan wool atau bisa juga fleece. Di pasaran telah ada pelindung khusus leher sebagai pengganti syal yang tak bikin ribet. Tinggal pasang di leher dan berfungsi secara optimal karena seperti sarung yang menyelubungi leher anda.

Thejuicytrip memakai sarung leher
Thejuicytrip memakai sarung leher

5. Kupluk
Tak hanya leher, area kepala pun perlu perlindungan ekstra, termasuk telinga yang juga sensitif terhadap dingin. Saya sendiri suka menggunakan kupluk karena lebih praktis dan menutup semua area kepala (kecuali wajah tentunya). Beberapa teman perempuan suka memakai penutup telinga yang memang terkesan girly. Bahan kupluk yang paling baik tentu saja wool, namun bahan lain juga tak kalah hangat. Toko-toko peralatan pecinta alam pun banyak menyediakan aneka kupluk untuk perempuan atau laki-laki dengan harga lumayan terjangkau.

6. Kaos tangan
Kaos tangan sangat penting untuk beraktivitas di luar ruangan pada saat musim dingin. Saat suhu minus, tangan akan cepat kaku, mati rasa dan sangat beresiko pada syaraf anda. Untuk suhu di atas nol derajad alias masih plus, anda bisa menggunakan kaos tangan khusus yang berbahan wool atau fleece. Jika sudah minus, maka pilihan kaos tangan harus yang memiliki dua lapis, yaitu lapisan luar berupa polyester atau kulit yang tahan air, dan lapisan dalam berupa wool atau penghangat lainnya. sarung tangan semacam ini sangat mudah dijumpai di toko peralatan pecinta alam di dekat anda dengan harga bervariasi.
Jangan lupa pilih kaos tangan yang bisa digunakan untuk layar sentuh agar anda tidak mati gaya saat mau selfie. Hehehe.

7. Sepatu!
Terakhir dan juga penting adalah sepatu. Bayangkan pada suhu udara minus 15 derajat Celcius anda harus berjalan sambil menikmati keindahan sebuah kota. Dibawah kaki anda salju yang paling sering bersentuhan dengan kaki anda. Oleh karena itu sepatu yang tepat akan membuat anda nyaman dalam melancong di musim salju. Menurut saya, sepatu yang paling cocok adalah jenis boot untuk musim dingin. Fitur umum boot tersebut adalah:
a. Waterproof
Salju sebenarnya adalah molekul air hujan yang membeku, oleh karena itu sewaktu-waktu salju dapat mencair dan membuat sepatu anda basah. Saat sepatu anda tidak tahan air, maka air yang menembus sepatu akan mendinginkan kaki anda dan tentu saja bisa menjadi bencana bagi anda. Oleh karena itu persiapkanlah sepatu yang anti air.
b. Memiliki lapisan penghangat
Beberapa merek sepatu menawarkan teknologi penghangat dengan aneka fitur. Misalnya merek Ecco menggunakan teknologi bernama Goretex sebagai membran pelapis yang anti air dan dapat menyimpan suhu hangat tubuh. Uniknya membran ini dapat bernafas sehingga tak bikin sepatu bau. Merek lain memiliki fitur tersendiri atau sekadar memiliki lapisan wool yang juga hangat.

Contoh boot
Contoh boot

c. Sol karet beradial
Salju yang mengeras karena sering terinjak/ terlindas akan menjadi es yang sangat licin. Sol karet pada alas sepatu anda dapat meminimalisasi tergelincir karena licin. Akan lebih baik jika bahan karet tersebut juga memiliki kontur radial.
Dari fitur diatas, paling mudah mendapatkan boot tersebut di toko peralatan pecinta alam, namun kadang (menurut saya) tidak fashionable. Solusinya anda bisa cari di toko online atau dari luar negeri. Saya sendiri membeli boot lewat online shop. Soal bandrol, ya ada kualitas tentunya ada harga.

8. Sapu tangan
Udara dingin akan membuat hidung meler, dan sapu tangan dapat membantu anda menghilangkan ingus anda. Tentu anda tak mau tampak ingusan di foto kan? 😉

Demikian beberapa tips dari thejuicytrip.com, semoga bermanfaat.

Have a juicytrip!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *