Tembok Besar Tiongkok: Menaiki Sang ‘Naga’

Pemandangan di tembok besar (great wall) Tiongkok kali ini terlihat berbeda saat musim semi mulai menyapa negeri tirai bambu. Bangunan tembok bagai naga yang terbaring di perbukitan gersang yang baru selesai menggelar musim dingin. Di beberapa titik terlihat bunga-bunga mulai memberi kuncupnya ke dunia, bahkan beberapa sudah bermekaran menyambut datangnya musim semi.

Suasana tembok besar di musim semi
Suasana tembok besar di musim semi

Ditemani Zhai, teman saya yang asli Beijing, saya mengunjungi tembok besar dari bagian Mutianyu yang terletak di distrik Huairou, sekitar 42 km dari Beijing. Sebenarnya terdapat banyak bagian tembok besar yang dapat dikunjungi di sepanjang 21.196 kilometer, namun karena saya berada di Beijing, tentunya lebih hemat untuk mengunjungi titik yang terdekat dengan ibu kota Tiongkok ini. Di sekitar Beijing terdapat dua bagian tembok yang dijadikan tujuan pejalan yaitu bagian Mutiayu dan Badailing, yang berjarak lebih jauh.

Bunga mulai bermekaran pada awal April
Bunga mulai bermekaran pada awal April

Suasana sejuk khas musim semi membumbui perjalanan saya dari tempat parkir shuttle bus menuju stasiun kereta gantung yang akan membawa kami menuju pelataran tembok besar. Untuk mencapai pelataran yang terletak di atas bukit, pejalan dapat memilih untuk mendaki bukit atau menggunakan kereta gantung. Tiket kereta gantung dihargai sebesar RMB100 (PP) atau RMB80 (sekali jalan). Bagi para pecinta alam dan memiliki banyak waktu, maka pendakian adalah pilihan yang paling tepat. Sebaliknya bagi pejalan yang waktunya terbatas, menggunakan kereta gantung sambil menikmati pemandangan menjadi alternatif yang sempurna.

Kereta gantung
Kereta gantung

Tembok besar Tiongkok
Tembok besar Tiongkok

Dari atas punggung sang ‘naga’ saya terpaku dengan pesona perbukitan yang terbelah oleh sang ‘naga’. Sambil berjalan menyusuri tembok yang dulu berfungsi untuk pertahanan pada jaman dinasti Ming, saya mengarahkan kamera untuk membidik berbagai pesona yang seakan tak ada habisnya.

Bagai sang naga
Bagai sang naga

Perjalanan ke tembok besar pada awal April 2015, pos ditulis pada akhir Mei 2015.

Baca juga tulisan lain terkait Beijing:
Lapangan Tiananmen
Forbidden City

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *