Tak Banyak Waktu tapi Ingin ke TMII? Ini Rekomendasinya

Hampir semua pejalan yang berkunjung ke ibukota menempatkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai destinasi favoritnya. Entah itu pejalan mancanegara atau pejalan nusantara, anak-anak maupun dewasa, semua pernah ke TMII. Sebagai wahana pembelajaran, tak mengherankan jika TMII juga menjadi favorit para pelajar dari TK hingga SMP. Saya pun pernah mengunjungi TMII bersama teman-teman se-SMP dalam sebuah study tour ke ibukota. Atraksi utama di TMII tidak lain adalah keberadaan ajungan rumah adat dari semua provinsi di Indonesia, kecuali provinsi baru, Kalimantan Utara. Untuk mengelilingi kawasan TMII seluas 15 hektar dan melihat semua atraksi tentunya memerlukan waktu yang tidak sedikit, bisa seharian bahkan lebih. Nah, saya rekomendasikan beberapa atraksi yang bisa anda pertimbangkan jika anda ingin berkungjung ke sini namun memiliki waktu yang tak banyak.

Transportasi
Saya mulai dari masalah transportasi menuju TMII yang terletak di daerah Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Raya Taman Mini. Menuju ke TMII kadang dilematis saat macet mendera. Pada akhir pekan pun kemacetan di ibukota tak bisa diprediksi. Saya menyambangi TMII terakhir kali seminggu sebelum mulai puasa tahun ini. Naik busway terasa nyaman karena di Jakarta cukup lengang di pagi itu.

Transportasi umum ke TMII sangatlah mudah karena anda dapat menggunakan Busway koridor 9 jurusan Pluit – Pinang Ranti dan berhenti di halte Taman Mini Garuda, tepatnya di depan Tamini Square. Dari situ anda dapat berganti angkot warna merah di samping Bread Talk Tamini Square. Pastikan ke sopir angkot jika angkot tersebut benar melewati TMII.

Tugu di bagian depan
Tugu di bagian depan

Jumlah atraksi
Selain 33 anjungan rumah adat provinsi, TMII memiliki koleksi 16 museum, 12 taman, 7 rumah ibadah, 9 wahana rekreasi yang didalamnya termasuk kereta gantung, teater Imax Keong Mas dan Snow Bay Water Park.

Aksesibilitas dalam TMII
Jika anda datang dengan kendaraan umum, anda tidak perlu khawatir tentang aksibilitas di dalam TMII. Anda dapat menaiki shuttle car yang mengelilingi komplek TMII dengan sistem hop on/ hop off, alias bisa naik turun dimana saja. Namun siapkan Rp.5000 untuk sekali naik shuttle car ini. Selain itu terdapat penyewaan sepeda tandem dengan tariff Rp.25.000 per jam.

Anjungan Riau
Anjungan Riau

Saya sendiri memilih berjalan kaki menyambangi beberapa anjungan dan museum. Waktu satu hari pun tidak cukup bagi saya karena untuk menikmati satu anjungan diperlukan waktu kurang lebih 30 – 45 menit. Belum lagi jika ditambah mampir ke museum dan taman.

Itinerary singkat
Bila anda hanya memiliki setengah hari atau kurang dari setengah hari, anda dapat mencoba itinerary berikut:

1.Naik kereta gantung
Ke TMII tanpa naik kereta gantung bagai makan sayur tanpa garam 😀 Menikmati pemandangan komplek TMII dari atas tentunya memiliki sensasi yang berbeda jika, terutama saat melintasi danau buatan yang berhias miniatur pulau-pulau nusantara bak sebuah gambar peta. Ada dua jalur kereta gantung, yaitu A dan B. Saya sarankan untuk naik yang B karena anda dapat memotret miniatur pulau dengan pendangan yang bagus seperti peta, bila anda naik dari jalur A, maka posisi anda akan berada di atas peta sehingga foto pulau akan menjadi terbalik.

Diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk menaiki kereta gantung ini dengan tariff Rp.40.000 (Senin – Jumat) dan Rp.45.000 (Sabtu-Mingu/ hari libur nasional).

Kereta gantung melintas di atas "pulau" Sumatera (dengan jalur A)
Kereta gantung melintas di atas “pulau” Sumatera (dengan jalur A)

2.Museum Indonesia
Saya menyukai museum ini karena desain bangunannya yang sangat indah dan artistik khas Bali. Melihat gapura museum ini serasa berada di Bali, ditambah ornamen-ornamen pahatan khas pulau dewata membuat suasana Bali makin kental. Selain itu, isi museum juga tak kalah menarik. Berbagai produk budaya setiap provinsi ditampilkan di sini. Dari pakaian adat, alat musik hingga berbagai replika alat alat untuk bertani dan mencari ikan. Siapkan Rp.15.000 untuk membeli karcis museum ini.

Gerbang museum Indonesia
Gerbang museum Indonesia

3.Anjungan yang iconic dan fotogenic
Hampir semua anjungan provinsi bisa dikatakan sangat bagus dan menarik karena sangat khas dengan adat istiadat masing-masing provinsi. Dari semua anjungan, saya memilih anjungan Provinsi Bali, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Kenapa saya memilih tiga anjungan tersebut? Ketiga anjungan tersebut menurut saya sangat iconic dan fotogenic, apalagi buat anda yang suka eksis di media sosial, tentunya ketiga anjungan tadi bisa menjadi latar yang mendukung.

Gapura anjungan provinsi Bali (seperti aslinya di Bali)
Gapura anjungan provinsi Bali (seperti aslinya di Bali)

Rumah Gadang, sesuai aslinya di Sumatera Barat
Rumah Gadang, sesuai aslinya di Sumatera Barat
Replika rumah adat Toraja dai anjungan provinsi Sulawesi Selatan
Replika rumah adat Toraja dai anjungan provinsi Sulawesi Selatan

Jika anda memiliki waktu lebih banyak, tentu saja mengunjungi semua anjungan sangatlah bermanfaat untuk menambah pengetahuan anda. Selain itu, berkunjung ke taman burung juga tak kalah seru karena anda bisa bersantai di dalam kurungan raksasa yang asri ditemani kicau burung. Menonton film tentang Indonesia di teater Imax di Keong Mas juga sangat menarik karena ukuran layar yang super besar.

Silahkan jalan-jalan ke laman TMII untuk gambaran komplitnya: www.tamanmini.com

Selamat ‘mengelilingi’ Indonesia di TMII!

Pesawat RI-1 Seulawah di anjungan Aceh
Pesawat RI-1 Seulawah di anjungan Aceh

2 thoughts on “Tak Banyak Waktu tapi Ingin ke TMII? Ini Rekomendasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *