Ayo Nonton Sendratari Sugriwa Subali!

“Wahai adikku, jika darah merah mengalir keluar gua, maka pertanda aku telah mengalahkan Mahesasura dan Lembusura. Namun jika darah putih yang mengalir, maka tutuplah segera mulut gua ini dengan batu karena mungkin aku telah dikalahkan.” Kata Subali kepada adiknya Sugriwa, dua ekor wanara sakti utusan para dewata untuk menyelamatkan Dewi Tara, putri Bathara Indra.

Sugriwa tampak khawatir di depan mulut sebuah gua bernama gua Kiskendo. Sang kakak sedang bertarung dengan musuhnya di dalam gua dan atas pesan sang kakak, ia harus menutup mulut gua secepatnya jika darah berwana putih mengalir keluar dari dalam gua. Tiba-tiba darah mengalir keluar melewati mulut gua dan ada dua warna, merah dan putih sekaligus! Sugriwa pun bingung, namun atas pesan kakanda, ia akhirnya menutup pintu masuk gua dengan batu raksasa. Ia menyangka Subali telah dikalahkan oleh Mahesasura dan Lembusura. Namun tetiba, batu penyumpal mulut gua pun meledak hancur dan Subali keluar dengan amarahnya mengira sang adik dengan sengaja menutup gua. Lantas pertarungan kakak beradik pun terjadi dengan serunya hingga Bathara Narada turun ke tempat kejadian perkara untuk melerai keduanya.

Itulah gambaran pementasan sendratari Sugriwa Subali yang dipentaskan di depan gua Kiskendo (atau Gua Kiskenda) di Dusun Sibolong, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.

Alunan gamelan dan tarian berpadu harmonis dengan alam di kawasan gua Kiskendo membuat pentas tari ini menjadi tak biasa. Sebuah gelaran yang sayang untuk dilewatkan oleh pejalan pecinta budaya dan siapa saja yang ingin menikmatinya.

Pemantasan Sendratari (foto: pliknanggulan2.blogspot)
Pemantasan Sendratari (foto: pliknanggulan2.blogspot)

Menurut akun IG Visit Jatimulyo (IG informasi wisata Desa Jatimulyo) dan IG Panorama Girimulyo (IG informasi wisata Kecamatan Girimulyo), sendratari Sugriwa dan Subali sudah dipentaskan pada 15 Mei dan akan diadakan lagi pada 21 Agustus dan 20 November 2016 dimulai pada jam 12:00 WIB.

Kalo yang tadi siang ke Goa Kiskendo pasti gag asing dengan yang satu ini.. Yapps ini pemeran Dewi Tara pada pentas Sendratari Sugriwa Subali tadi siang di Goa Kiskendo.. Jika mau lihat dan berfoto langsung silahkan tanggal 21 agustus dan 20 november kesini lagi.. Repost from @jokovik . 💰 Tiket : Rp3.000,-/orang 🚗 Parkir : Rp2.000,-/motor dan Rp5.000,-/mobil . Loc : Goa Kiskendo, Dusun Sibolong, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta.. #panoramagirimulyo #kulonprogo #explorekulonprogo #jogja #jogjakarta #yogyakarta #bantul #sleman #gunungkidul #purworejo #magelang #klaten #jogjamedia #explorejogja #exploresleman #explorebantul #exploregunungkidul #explorepurworejo #exploremagelang #exploreklaten #explorejateng #jogjajateng #wonderfuljogja #wonderful #wonderfulindonesia #wonderful_places #nature #traveling #instatravel #jpmpjogja

A post shared by KULON PROGO [ JOGJA ] (@panoramakulonprogo) on

Bagi anda penggemar wayang, pasti anda sudah tahu jika cerita tentang pertarungan Sugriwa dan Subali ini merupakan fragmen dari cerita Ramayana karangan Walmiki. Meskipun sangat jarang diekspos dalam pagelaran sendratari Ramayana, namun visualisasi cerita pertarungan ini sangat menarik dan intinya juga perihal menyelamatkan seorang Dewi dari cengkeraman penjahat sakti.

Pementasan kolosal yang melibatkan banyak penari ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Selain karena kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal, sendratari ini juga melibatkan banyak seniman dan anggota masyarakat yang berusaha melestarikan budaya setempat. Jika tidak didukung, bisa-bisa seni ini punah di kemudian hari.

Jika anda sedang di Jogja dan sekitarnya pada tanggal-tanggal itu, maka saya rekomendasikan anda untuk menonton pagelaran tersebut karena acara ini belum rutin digelar seperti sendratari Ramayana di Prambanan yang hampir tiap malam ditampilkan. Tentunya menikmati pentas tari dan alam Girimulyo juga akan memberikan suasana yang berbeda karena lokasinya yang masih alami khas Kulonprogo. Tiket masuknya pun cukup murah, hanya Rp. 3.000 saja.

Sebelum nonton, ada baiknya anda membaca cerita atau sinopsis Ramayana jika anda belum pernah membacanya. Saya rekomendasikan dua buku (novel gubahan) tentang Ramayana yang berbahasa indah dan dikemas dengan alur menarik yaitu Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata dan Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma.

Untuk menuju ke Gua Kiskendo dari kota Jogja, anda bisa menyusuri jalan Godean ke arah barat hingga melewati sungai Progo. Di perempatan setelah sungai Progo, anda bisa melihat plang petunjuk yang akan membimbing anda ke sana. Sayangnya belum ada transportasi umum yang menuju ke situ.

Selamat menonton!

Jangan lupa mampir ke destinasi menarik di sekitar Gua:
Grojogan Sewu
Embung Kleco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *