Pesona Alam Baturraden yang Tak Terlupakan

Pernah mencoba makanan khas Mendoan di tengah hutan dan ribuan pepohonan? atau ingin menikmati liburan dengan pijatan refleksi alam yang hangat dan menenangkan? Sensasi liburan itu bisa anda dapatkan sekaligus di Baturraden. Baturraden adalah salah satu lokasi wisata alam yang terletak di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, lebih tepatnya di kota Purwokerto, kota kecil yang lengkap dengan segala pesona dan fasilitas yang mendukungnya.
Di Purwokerto anda bisa menghabiskan beberapa hari di hotel dan penginapan yang bervariasi sebelum melakukan perjalanan menyusuri pesona alam kota ini. Jika kita singgah ke Purwokerto tak lengkap rasanya jika tak mampir untuk mencicipi mendoan hangat sekalian jalan-jalan dan berkeliling menjelajah wisata alam. Berikut beberapa tempat yang bisa anda kunjungi ketika mengunjungi kota Purwokerto dan sekitarnya. Ada beberapa spot yang perlu kita ketahui. Baturaden adalah salah satu pilihan terbaik yang wajib anda kunjungi.

Pancuran 3 (Telu) dan Pancuran 7 (Pitu)
Pancuran mempunyai arti air terjun dan 3 (telu) atau 7 (pitu) menunjukkan jumlah pancuran itu sendiri. Pancuran Telu dan Pitu berada di lokasi yang saling berdekatan. Kedua pancuran ini bukan sekedar tempat wisata biasa, Ada banyak sensasi menarik yang bisa kita temukan di Baturraden. Selain keindahan alam yang masih terjaga, sumber mata air panas yang mengandung belerang atau sulfur menjadi daya tarik utama pancuran ini.

Untuk mencapai lokasi wisata ini kita harus berjuang terlebih dahulu dengan menempuh perjalanan sekitar 2,5 km dari lokasi Baturaden. Ini adalah akses paling mudah, berjalan kaki dari lokasi parkir pintu masuk dengan menyusuri jalan setapak menuju pintu masuk atau parkir atas pancuran Pitu dilanjutkan dengan menuruni tangga yang cukup panjang. Bisa juga menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum melalui kawasan bumi perkemahan Baturraden, tetapi untuk menuju sumber air tersebut, tetap harus melewati jalanan setapak meskipun tidak terlalu panjang seperti jalur pendakian yang pertama. Mengingat lokasi pancuran Pitu ini berada di kaki bukit Gunung Slamet, sekitar 5 km dari pertigaan jalan Baturaden maka cukup relevan bila kita harus mengeluarkan banyak energi agar bisa mencapai lokasi utamanya.

Pancuran atau air terjun ini berbeda dengan air terjun lainnya karena tinggi air terjun tersebut tak lebih dari 1 meter dan berbentuk seperti lengkungan-lengkungan indah. Lengkungan ini terbentuk secara alami dan berasal dari aliran air panas yang mengalir secara terus-menerus. Udara di sekitar lokasi pancuran Pitu sangat sejuk dan bersih. Sebagai persiapan sebaiknya lakukan dulu pemanasan kecil terutama untuk bagian kaki agar terhindar dari cedera ketika menyusuri jalan atau anak tangga.

Kekhasan pancuran Pitu bukan hanya berasal dari keindahan alam dan kesejukan udaranya, yang utama adalah air panas yang mengandung belerang. Kandungan ini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. Apalagi jika kita tengah lelah setelah melewati jalanan panjang, semua lelah akan terbayar saat kita sampai di pancuran pitu ini. Air hangatnya bisa merefleksi tubuh kita, terutama kaki yang telah lelah berjalan atau bisa juga basuhkan ke muka kita yang tengah berjerawat. Tetapi tetap harus berhati-hati karena air yang keluar dari pancuran sangat panas, kita bisa mengambil air di aliran bawahnya. Bagi yang mau mandi air panas bisa menuju kolam-kolam serupa kamar mandi tertutup di sekitar pancuran pitu, di sana kita juga bisa membeli serbuk sulfur yang bisa di bawa pulang.

Di sepanjang perjalanan menuju lokasi pancuran, kita akan menemukan pemandangan alam berupa tanaman bunga, paku-pakuan, beberapa pohon berukuran besar yang sudah mencapai usia puluhan bahkan ratusan tahun. Sebagian tanaman tumbuh secara liar dan sebagian memang ditanam oleh Dinas Perhutani. Untuk harga tiket sendiri, pengunjung akan dikenakan biaya tidak lebih dari Rp 20.000 untuk menjelajah di sekitar pancuran Pitu, pancuran Telu, Goa Selirang dan Telaga Sunyi. Kita bisa mengunjungi lokasi ini saat pagi hari setelah malamnya kita beristirahat di hotel dan penginapan di dekat dengan lokasi wisata. Kalau anda belum pesan hotel, anda bisa pesan hotel-hotel di Purwokerto dari situs Traveloka.

Pancuran Telu (foto: Trekearth)
Pancuran Telu (foto: Trekearth)

Telaga Sunyi
Selain pancuran Pitu, Telaga Sunyi adalah salah satu keindahan yang bisa ditemukan di wilayah Purwokerto sebagai mata air di kawasan ini. Telaga ini terletak di antara pepohonan rindang dan air terjun yang sangat mengagumkan. Air yang sangat jernih dan bersih, sehingga kita bisa melihat bagian dasar telaga ini, ditambah lagi dengan udara yang sangat sejuk menambah kesegaran saat mencapai lokasi. Kita juga bisa berfoto ria dengan sahabat dan keluarga untuk mengabadikan momen kebersamaan. Tetapi jika kita ingin masuk ke telaga harus hati-hati karena arusnya yang tenang juga tidak berarti aman untuk mencapai ke tengah telaga. Dengan menikmati keindahan alam dan kesunyian di telaga ini, cukup membuat tenang pikiran dan tubuh kita, liburan yang cukup nyaman jika kita tengah menjauhkan diri dari hiruk-pikuk keramaian kota.

Telaga Sunyi (foto: youtube)
Telaga Sunyi (foto: youtube)

Curug Cipendok
Curug Cipendok juga tak kalah menariknya dari Pancuran Telu dan Pitu. Di sini kita dapat menikmati keindahan anugerah ciptaan Tuhan berupa pemandangan menakjubkan dari sebuah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter ini. Suasana di lingkungan ini sangat asri dan sejuk. Curug ini terletak di Desa Karangtengah, Banyumas, sekitar 25 meter dari pusat kota Purwokerto. Untuk menuju ke lokasi, kita akan melewati jalanan panjang yang sudah beraspal baik.

Tetapi jangan khawatir jika dalam perjalanan kita merasa lapar dan haus karena hampir sepanjang jalan kita akan menemui warung-warung dan kedai kopi yang akan menyajikan santapan nikmat dan hangat khas Purwokerto. Mendoan dan susu murni akan memenuhi dahaga dan rasa lapar perut kita, kita bisa langsung memakannya di lokasi sambil sesekali mendengarkan kicauan burung. Cukup mengenyangkan sebelum mencapai lokasi. Udara dingin juga sering membuat kita cepat lapar jadi tidak ada salahnya membeli makanan tambahan untuk bekal camilan yang bisa di bawa saat perjalanan selanjutnya.

Curug Cipendok (foto: Ensiklopediaindonesia)
Curug Cipendok (foto: Ensiklopediaindonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *