Catat! Perayaan Waisak 2016

Bagi anda pejalan sejati terutama pecinta budaya dan kebhinekaan Nusantara, tentunya anda telah menunggu prosesi upacara perayaan Waisak 2016 (2560 BE) yang akan jatuh pada 20 – 22 Mei 2016. Pelepasan ribuan lampion di pelataran Borobudur sudah pasti menjadi momen yang paling ditunggu oleh para pejalan dan fotografer. Pekatnya gelap langit mendadak berpendar bagai diterangi jutaan kunang-kunang. Beribu harapan terbang bersama lampion di malam perayaan Waisak. Tak hanya sobat beragama Buddha, melainkan umat beragama lain turut berbaur dalam nuansa khusuk saat melepaskan lampion ke angkasa pegunungan Menoreh, Magelang. Apakah anda ingin menyaksikan dan merasakan perayaan suci Waisak di lokasi terindah, sebuah mahakarya Nusantara bernama candi Borobudur? Jika jawaban anda “Ya!“ maka catatlah jadwal perayaan Waisak 2016 berikut ini.

Sedikit melihat sejarah dan latar belakang (menurut wikipedia), Waisak atau Vaiśākha dalam bahasa Sansekerta adalah peringatan tiga peristiwa paling penting dalam kehidupan sang Buddha Gautama Siddharta yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak. Peristiwa pertama adalah kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini tahun 623 SM. Kedua adalah terjadinya pencerahan, yaitu saat Pangeran Siddharta menjadi Buddha di Bodhgaya di usia 35 tahun pada tahun 588 SM. Ketiga adalah wafatnya Buddha Gautama di Kusinara pada usia 80 tahun (543 SM).
cropped-sunset-boro2.jpg
Rangkaian upacara Waisak nasional di candi Borobudur, seperti yang tercantum pada agenda perayaan Waisak 2016 di situs walubi.or.id adalah sbb:
Jumat, 20 Mei 2016: Pengambilan air berkah dari mata air Jumprit di Parakan, Kab. Temanggung dan pengambilan api Dharma dari sumber api abadi Merapen di Kab. Grobogan Jateng. Air dan api akan disemayamkan dan disakralkan di candi Mendut pada hari itu juga.

Sabtu, 21 Mei 2016: Ritual “Pindapatta”, suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/bikshu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan. Pindapatta akan dilaksanakan di Magelang. Pada hari tersebut juga akan dilakukan prosesi dari candi Mendut ke candi Borobudur untuk pelaksanaan Dharmasanti yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi pada pukul 19:00 WIB. Nah, pada malam harinya, pukul 22:00 WIB akan dilaksanakan pelepasan 5000 lampion dari lokasi Gunadharma Borobudur. Acara dilanjutkan dengan prosesi Pradaksina dan samadhi detik-detik Waisak pada dinihari menjelang subuh di Minggu, 22 Mei 2016.

Minggu, 22 Mei 2016: Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama yang diperkirakan mulai pada pukul 04:10 WIB. Setelah pemukulan gong pada detik-detik Waisak, acara akan diakhiri dengan pemberkatan oleh para Bikkhu Mahathera dan Bikshu Mahasthavira, kemudian ditutup dengan Namaskara. Puncak penutupan akan diadakan pelepasan lampion (lagi) oleh para pejabat dan pimpinan majelis terkait.

Jadi pada intinya, prosesi Waisak sudah dimulai sejak Jumat, 20 Mei 2016 dan pelepasan lampion kolosal akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 Mei 2016 malam. Anda para pengemar fotografi bisa mulai hunting di hari itu.

Sekadar tips untuk para pejalan agar menjaga sopan santun dan tatakrama di lokasi upacara mengingat kesakralan acara Waisak. Selain itu diharapkan juga menjaga ketenangan/ keheningan agar tidak mengganggu prosesi doa. Tak lupa, anda juga dapat berdoa sesuai kepercayaan masing-masing agar kebaikan dan kebajikan senantiasa diturunkan ke negeri tercinta ini.

Selamat hari raya Waisak 2560 BE/ 2016 untuk para pembaca yang merayakannya. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.

Jangan lupa mampir destinasi sekitar Candi Borobudur seperti Air Terjun Kedung Kayang dan Gardu Pandang Ketep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *