Pengalaman Transit di bandara Hongkong

Setelah tertunda lebih dari seminggu, akhirnya saya membuat sambungan tulisan sebelumnya tentang perjalanan ke Beijing, Tiongkok. Setelah sebelumnya membahas mengenai pengalaman terbang bersama Cathay Pacific (CX), pada tulisan ini saya akan berbagi pengalaman saat transit di bandara internasional Hongkong. Meskipun waktu transit hanya sekitar 1,5 jam, namun saya bisa sedikit ceritakan pengalaman singkat di bandara yang dibangun di atas pulau buatan ini.

Suasana urban yang dijejali pencakar langit tampak menghiasi bumi saat pesawat CX yang saya tumpangi mendekati landasan. Tampak laut biru dan perbukitan yang menjadi kombinasi cantik kota Hongkong.

Meskipun boarding pass untuk penerbangan Hongkong Beijing sudah diberikan di Cengkareng, namun nomor gate di Hongkong belum muncul di boarding pass. Tiket menunjukkan bahwa saya tidak memerlukan pindah terminal karena saya mendarat dan berangkat dari terminal satu. Saya berpikir mungkin di Hongkong akan ada transfer desk dimana kita harus lapor untuk mendapatkan boarding pass baru, namun ternyata aslinya tak serumit perkiraan saya.

Sesudah keluar dari garbarata (jembatan penghubung antara pesawat dan gerbang kedatangan) saya menjumpai papan informasi yang berisi nomor-nomor penerbangan lanjutan dan nomor gate-nya. Untuk penerbangan selanjutnya menuju Beijing, saya akan berpindah pesawat dan maskapai, yaitu Dragon Air (KA) yang masih satu grup dengan CX.  Di papan informasi tersebut telah terpampang KA 974 dengan nomor gate 521.

Dengan waktu transit sekitar 1 jam 30 menit, saya mencari gate 521 dengan mengikuti petunjuk berwana biru yang mudah dengan mudah dibaca di atas lorong kedatangan. Beberapa saat berjalan, saya menjumpai petunjuk “Transfer” yang berarti arah untuk transfer ke penerbangan internasional lainnya. Saya pun mengikuti petunjuk “Transfer” hingga akhrinya sampai di pintu khusus transfer ke penerbangan internasional selanjutnya. Di pintu ini ada petugas yang memeriksa boarding pass namun sepertinya pemeriksaan ini menimbulkan antrian panjang. Meskipun pengecekan petugas hanya sekadar dengan melingkari nomor penerbangan dan jam boarding yang tertera pada boarding pass.

Dibalik pengecekan boarding pass ini terdapat pemeriksaan keamanan (security check) atas hand carriage dan bawaan kabin lainnya. Seperti biasanya, laptop harus dikerluarkan dari tas dan segala benda berunsur logam harus dimasukkan ke kotak plastik yang telah disediakan. Selain barang bawaan, penumpang juga akan diperiksa jika detektor logam berbunyi saat penumpang tersebut melewatinya.

Tak memakan waktu lama, saya pun selesai melewati pemeriksaan keamanan dan melanjutkan perjalanan ke gate 521. Letak 521 agak sedikit jauh dari titik pemeriksaan keamanan. Menuju ke sana, saya melewati pertokoan duty free dan kafe. Suasana bandara tampak rapi dan bersih meskipun penumpang tak terlihat banyak.

Suasana terminal 1 (internasional) di bandara Hongkong
Suasana terminal 1 (internasional) di bandara Hongkong

Langkah kaki terhenti pada kawasan gate 520 – 530 dan pemandangan di gate keberangkatan regional China dan sekitarnya ini tampak ramai dengan antrian penumpang yang mengular. Rupanya antara gate satu dan lainnya tidak dipisahkan dengan ruang tunggu masing-masing, karena di sini hanya ada satu ruang tunggu besar dengan beberapa pintu gate. Sepintas mirip ruang tunggu di bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang memiliki satu ruang tunggu dan beberapa gate.

antrian sampai di lorong masuk ruang tunggu
antrian sampai di lorong masuk ruang tunggu
antrian di ruang tunggu gate 520-530
antrian di ruang tunggu gate 520-530

Saya segera berdiri mengantri di 521 dan di depan saya sudah ada beberapa penumpang yang akan menumpangi Dragon Air ke Beijing. Petugas gate menghampiri penumpang satu demi satu untuk memeriksa paspor dan boarding pass dan tak lama saya mengantri, kami pun dipanggil boarding dengan menaiki bus menuju pesawat.

Perjalanan saya ke Beijing berlanjut dengan Dragon Air. Bersambung….

Dragon Air (KA) - Airbus A321
Dragon Air (KA) – Airbus A321

2 thoughts on “Pengalaman Transit di bandara Hongkong

  1. Maaf sebelum ya saya mau tanya. Saya kan transit juga dihongkong untuk ke jeju. Itu kalau transit koper perlu diambil lagi/tidak ya ? Mohon untuk informasi nya.
    Terimaksih

    1. Halo, setahu saya kalau itu connection flight atau transit, maka koper (bagasi) tidak perlu diambil lagi karena maskapai sudah terkoneksi. mohon ditanyakan lagi ke maskapainya atau tempat beli tiketnya. selamat berlibur ya 🙂 jangan lupa kirim fotonya di Jeju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *