Terbang dengan Dragon Air

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang perjalanan ke Beijing, Tiongkok, pada tulisan ini saya akan berbagi pengalaman menumpangi maskapai Dragon Air (KA) dari Hong Kong ke Beijing. Setelah transit singkat di bandara internasional Hong Kong, akhirnya saya semakin dekat ke Beijing. Menurut itinerary tiket, penerbangan Hong Kong ke Beijing akan ditempuh selama 3 jam dan 15 menit dan faktanya semua tepat waktu dari saat berangkat hingga mendarat di Beijing Capital Airport.

Kesan Pertama
Pesawat KA yang mengangkut saya kali ini adalah Airbus A321 yang sepertinya keluaran baru. Dilihat dari durasi terbang, mungkin penggunaan pesawat jenis ini lebih efisien terutama bila jumlah penumpang tidak banyak jika dibandingkan dengan kapasitas pesawat berbadan lebar. Pesawat dan situasi kabin A321 tak banyak berbeda dengan A320 yang dioperasikan Citilink dan AirAsia di Indonesia.
image

Tata letak tempat duduk kelas ekonomi pun sama persis dengan pesawat-pesawat A320 di Indonesia. Yang paling kurang nyaman adalah ruang untuk kaki di kelas ekonomi bisa dikatakan sempit untuk kelas penerbangan internasional.
image

Fasilitas Hiburan
Bila dibandingkan dengan CX, in-flight entertainment di pesawat KA tidak sekini hiburan di CX. Film-film yang ditawarkan di kabin CX kebanyakan adalah film baru dengan berbagai pilihan, namun di kabin KA, hanya ada beberapa film baru dan kebanyakan adalah rekaman serial TV. Untuk penerbangan selama sekitar tiga jam, hiburan-hiburan tersebut saya rasa tak jadi masalah. LCD layar sentuh di kabin KA tampak sama seperti LCD di CX dengan menu-menu hiburan yang mudah dibaca.

Makanan
Terdapat kemiripan tampilan penyajian dan menu makanan antara KA dan CX. Hal ini mungkin karena kedua perusahan masih satu group. Parmugrari saat itu menawarkan pasta ikan atau sosis dengan rangkaian menu berupa buah dan eskrim. Rasa makanannya yang pasti tidak sesuai selera saya 🙁
image
Tampilan pasta ikan

Soal minuman, KA lebih bervariasi dibanding CX karena tak hanya air mineral, juice, kopi dan the, di sini juga ada minuman beralkohol macam anggur merah, anggur putih dan bir.
image

Bagasi
Sama seperti CX dan karena saya menggunakan ekonomi, maka jatah bagasi saya adalah maksimum 20Kg. Selain itu, saat transit di Hong Kong saya tidak perlu menarik bagasi karena bagasi sudah otomatis connect through Beijing.

Pramugari
Berbeda dengan CX yang mempekerjakan pramugari Indonesia, semua pramugari dan pramugari laki-laki di KA adalah orang Tiongkok yang berbahasa nasional Mandarin dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua. Komunikasi dengan Bahasa Inggris dengan pramugari tak menjadi masalah karena kemampuan bahasa Inggris mereka yang baik.

Waktu 3 jam 15 menit dalam penerbangan ke Beijing saya habiskan dengan menonton film Mockingjay Part I. Lumayan untuk mengusir bosan sembari melihat wajah ayu Jennifer Lawrence 😀

Demikian sedikit cerita tentang pengalaman saya menggunakan maskapai Dragon Air jurusan Hong Kong – Beijing.

Bersambung ke cerita di Beijing….

*Perjalanan ke Beijing pada 30 Maret 2015
*Pos ditulis pada 17 April 2015, 22:30 WIB, di atas kereta Fajar Utama Jakarta – Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *