Pantai Sanglen, yang Sepi di Gunungkidul

Perjalanan saya berlanjut menembus ladang singkong yang berkontur teras, maklum saja wilayah ini memang agak berbukit dan berlembah. Selain itu singkong sudah menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat setempat dan sejak dulu sudah terkenal dengan olahan gaplek (singkong kering). Beberapa menit berjalan, kaki ini disambut pasir putih yang mulai menyembul dari balik rerumputan. Di depan saya terhampar pasir putih nan bersih dan luas di bibir pantai yang tenang dan jernih. Sore itu laut baru surut dan air menjadi tenang dengan debur ombak lembut membuat sore semakin dramatis.

Pantai Watu Kodok terlihat dari jauh
Pantai Watu Kodok terlihat dari jauh

Sore itu saya bagai berada di private beach karena di situ hanya ada lima orang pejalan (termasuk saya) di hamparan pantai yang luas. Saya bingung karena tempat ini begitu sepi dan tidak seperti kondisi jalan pantai selatan Gunungkidul yang macet total saat saya menuju ke sini. Mungkin banyak orang tak mengetahui pantai ini atau mereka hanya datang ke pantai-pantai mainstream yang sudah kondang di media sosial seperti trio Baron Kukup Krakal, Sepanjang, Pulang Sawal, Sundak, Nglambor, Siung dan Wediombo.

Berjalan di atas pasir putih di bawah hangatnya mentari sore adalah meditasi yang menenangkan hati. Sekadar duduk memandangi laut sambil mendengar deru ombak juga bagai meditasi yang menentramkan. Berada di pantai ini bagai berada di nirvana kecil di antara ingar bingar pantai-pantai tujuan utama di pesisir selatan Gunungkidul.

Hamparan pasir pantai Sanglen
Hamparan pasir pantai Sanglen

Jika anda berjalan kearah barat, anda dapat melihat pantai sepanjang yang berada tepat disisi barat Sanglen. Sore itu langit beg itu cerah dan saya dapat melihat keramaian pejalan di Sepanjang bermandikan cahaya kememasan sore. Sebuah ironi jika melihat Sanglen yang sepi sekali, meski kedua pantai hanya terpisah bukit dan saat surut anda dapat berjalan menuju ke Sepanjang melewati lantai karang yang kehijauan karena rumput laut.

Pantai Sanglen yang sepi
Pantai Sanglen yang sepi

Aktivitas lain yang dapat dilakukan di sini adalah kemah. Karena masih alami, tentu saja pantai ini sangat cocok untuk dijadikan tempat camping. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian bila anda kemah di sini.

Sanglen saat surut
Sanglen saat surut

Dari perbincangan saya dengan seorang bapak tua yang menjaga parkiran di kawasan Watu Kodok, pantai Sanglen telah di¬patok (baca dikapling) oleh investor dari Jakarta. Menurut bapak tersebut, lahan di sekitar pantai Watu Kodok dan Sanglen telah disewa dari Pak Sri (Sri Sultan) oleh investor untuk dibangun vila atau hotel.

Jika benar begitu, maka kelamaian dan akses ke Sanglen hanya menunggu waktu untuk berubah. Berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya. Yang pasti, saya khawatir jika saya tidak bisa lagi menikmati pasir putih nan bersih di pantai yang sepi. Mungkin di masa mendatang pantai ini akan menjadi eksklusif untuk sang investor.
pantai sanglen_sunset Sepanjang yang ramai[/caption]

Dari lokasinya, pantai Sanglen memang tersembunyi, meski sangat berdekatan dengan pantai Watu Kodok dan Sepanjang. Akses ke sini hanya bisa dilalui melalui jalan tak beraspal menuju pantai Watu Kodok. Anda bisa memarkir kendaraan di situ dan berjalan melalui jalan utama, selanjutnya saat menemukan rambu evakuasi, anda dapat membelokkan langkah ke kiri dan tak jauh dari situ anda akan tiba di Sanglen.

Sanglen berada di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.
Peta Sanglen:

Baca juga:
Pantai Nglambor Gunungkidul
Pantai Alami di Gunungkidul

3 thoughts on “Pantai Sanglen, yang Sepi di Gunungkidul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *