Pantai, hutan, banteng, merak di Alas Purwo

Jika bro-sist berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, maka bro-sist wajib mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo. Kawasan hutan yang berada di ujung tenggara pulau Jawa ini menawarkan wisata safari hutan dan juga wisata alam yang sangat juicy, terutama bagi bro-sist yang ingin melihat satwa liar di hutan dan bro-sist yang suka dengan keindahan pantai.

Mendengar kata Banyuwangi biasanya kita ingat dengan perjalanan ke pulau Bali menggunakan moda transportasi darat. Bagi treveller yang tinggal di pulau Jawa sepertinya pernah menikmati perjalanan darat menuju Bali dengan menyeberangi selat Bali dari pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.

Banyuwangi bukan hanya sekadar tempat transit ke Bali semata. Kabupaten ini menyimpan banyak pesona alam dan budaya yang masih ‘perawan’ dan jarang disentuh oleh pelancong. Selama ini wisata Banyuwangi lebih banyak dikenal oleh traveller asing penyuka pantai dan surfing karena kualitas ombak di sebuah pantai ditenggara Banyuwangi.

Adalah pantai Plengkung atau yang dikenal oleh traveller asing sebagai G-Land sebagai destinasi dunia peselacar. Ombak di pantai Plengkung ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Wow!

Uniknya, pantai ini berada di kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo, 80 km selatan kota Banyuwangi. Selain pantai, TN ini juga menyimpan keindahan satwa langka dilindungi yang, jika beruntung, dapat kita lihat dengan mata kepala sendiri. Tentunya sangat berbeda sensasinya, melihat satwa di taman safari dan di hutan asli. Maka tak mengherankan jika saat ini TN Alas Purwo semakin kondang karena kecantikan alamnya.

Gerbang TN Alas Purwo di Resort Rowo Bendo
Gerbang TN Alas Purwo di Resort Rowo Bendo

Untuk mencapai Alas Purwo sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau rental karena tidak ada angkutan umum yang memiliki trayek sampai Alas Purwo. Juicytrip menggunakan sepeda motor saat bertualang ke Alas Purwo dari Banyuwangi. Diperlukan waktu sekitar 2 jam nonstop dengan ‘motor bebek’ untuk mencapai gerbang Alas Purwo. Di sana kita harus membayar retribusi resmi sebesar Rp.5000 untuk traveller nusantara dan Rp.150.000 untuk traveller asing. Retribusi ini nantinya masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo, dibawah Kementerian Kehutanan.

Jalan ke Ngagelan
Jalan ke Ngagelan

Nah, jika sudah masuk ke Alas Purwo, inilah tempat-tempat juicy yang harus bro-sist kunjungi:

Ngagelan

Tujuan pertama Juicytrip adalah Ngagelan karena lokasinya yang pertama terlihat setelah masuk dari pos Rowobendo. Ngagelan sendiri adalah nama pantai dan sekaligus tempat penetasan telur penyu semi alami. Menurut informasi dari laman TN Alas Purwo, pantai ini menjadi tempat pendaratan empat jenis penyu dari enam jenis yang ada di Indonesia. Keempatnya adalah penyu abu-abu, penyu sisik, penyu belimbing dan penyu hijau.

Pantai Ngagelan
Pantai Ngagelan

Di tempat ini terdapat pusat penetasan telur penyu yang diambil dari pendaratan penyu tersebut. Tukik atau anak penyu yang menetas akan segera dilepas liarkan dan sebagian akan dipelihara untuk penelitian maupun atraksi pelepasan tukik.

Rumah tukik
Rumah tukik
Tukik
Tukik

Sadengan

Pernahkan bro-sist melihat savanna? Ya, savanna atau padang rumput luas dimana sejauh mata memandang hanya rumput. Sadengan adalah nama savanna tempat ‘penggembalaan’ (Feeding Ground) satwa herbivora di Alas Purwo. Kenapa disebut penggembalaan, karena disinilah satwa-satwa herbivora seperti digembalakan untuk memakan rumput. Alas Purwo memiliki beberapa satwa herbivora khas seperti rusa, kijang, kancil, babi hutan dan yang paling menarik dalah banteng jawa.

Savanna Sadengan
Savanna Sadengan

Alas Purwo menjadi salah satu benteng terakhir habitat banteng di jawa yang semakin terancam karena ancaman manusia. Di Sadengan terdapat gardu pandang yang dapat dinaiki untuk mengobservasi aktivitas satwa di savanna. Walaupun biasanya para satwa makan di Sadengan pada pagi hari, namun pada saat Juicytrip ke sana di siang hari, banyak kawanan banteng dan rusa yang sedang merumput.

Kawanan rusa sedang merumput
Kawanan rusa sedang merumput

Pada petualangan sebelumnya, Juicytrip menjumpai beberapa burung merak di Sadengan, namun pada kunjungan kedua ini tidak ada satu merak pun yang terlihat.

Kawanan banteng liar
Kawanan banteng liar

Waktu seperti berhenti berputar saat Juicytrip menikmati pemandangan yang luar biasa dimana hewan-hewan liar berkeliaran di habitat aslinya. Sangat berbeda dibanding melihatnya di kebun binatang atau tempat safari buatan. Semoga hutan-hutan di nusantara selalu asri dan negara dapat melindungi satwa-satwa langka, dan dimasa mendatang, hingga anak cucu bro-sist masih dapat melihat pengalaman melihat satwa langka di habitat aslinya.

Saat hendak meninggalkan Sadengan, terlihat seekor merak yang sedang mencari makan di dekat pos penjagaan Sadengan.

Merak
Merak

Pantai Plengkung

Destinasi selanjutnya tidak lain adalah Pantai Plengkung atau G-Land. Untuk menuju pantai ini diperlukan usaha ekstra karena medan yang sangat berat. Traveller tidak diijinkan untuk membawa kendaraannya ke Plengkung karena jeleknya jalan dan mungkin juga karena alasan keamanan.

Dapat dimaklumi jika dalam kawasan taman nasional tidak ada jalan yang mulus. Namanya juga hutan, bukan jalan umum. Menurut salah satu petugas, jalan offroad ini juga berfungsi untuk meminimalisir pencurian kayu.

Untuk mencapai Plengkung, traveller harus memarkir kendaraannya di Pos Pancur, yaitu pos penjaga hutan di resort Pancur. Akses ke Plengkung dijadikan sarana pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengelola transportasi ke Plengkung dengan mobil pickup yang dimodifikasi untuk memuat penumpang. Setidaknya satu mobil pickup dapat mengangkut 10 – 12 orang dengan tarif sekitar Rp.200.000 pulang pergi. Tarif tidak berubah berapa pun jumlah penumpangnya karena tarif dihitung per-trip.

kendaraan menuju Plengkung
kendaraan menuju Plengkung

Dari Pancur ke Plengkung berjarak 9 km, dan dengan medan offroad diperlukan waktu tempuh sekitar 45 menit. Melihat jalanan menuju plengkung diantara belantara hutan, tak heran jika Plengkung disebut sebagai keindahan tersembunyi di pulau Jawa. Banyak traveller asing yang rela menempuh perjalanan dari Bali menuju Plengkung hanya untuk menikmati kelamaian pantai dan ombaknya. Namun saat Juicytrip ke sana, ombak sedang tenang.

Plengkung saat ombak tenang
Plengkung saat ombak tenang

Di kawasan Plengkung terdapat tiga buah resort bernama Joyo’s camp, G-land Surf Camp dan G-land Bobby’s Surf Camp tempat dimana para traveller dapat menikmati kealamian hutan, pantai dan tentu saja ombak. Menurut laman TN Alas Purwo, ombak di Plengkung berada di urutan ke-3 dunia sebagai ombak terbaik. Maka tak heran jika peselancar berlomba-lomba datang ke Plengkung untuk mencoba menaklukkan ombaknya.

plengkung
plengkung

Perjalanan seru diatas pickup tak terasa setelah Juicytrip sampai di Plengkung. Begitu indah dan alami. Hanya suara ombak, kicau burung, raungan lutung dan angin yang membelai dedaunan mendamaikan pikiran dan jiwa dari kepenatan. Begitu indah Indonesia kita.

Dari sini terdengar nyanyian lutung dan desir ombak....
Dari sini terdengar nyanyian lutung dan desir ombak….
Plengkung
Plengkung
Plengkung dari sisi lain
Plengkung dari sisi lain

Dalam perjalanan menuju dan meninggalkan Plengkung, Juicytrip bertemu banyak satwa yang tinggal di Alas Purwo. Ada rusa, babi hutan, kijang, ajak (anjing liar) dan beberapa burung.

rusa
rusa
Kijang
Kijang
babi hutan
babi hutan

Pantai Pancur

Setelah melihat pantai Plengkung, destinasi selanjutnya adalah pantai Pancur. Selain sebagai transit, di Pancur juga ada pantai yang letaknya tidak jauh dari parkiran kendaraan dan pos jaga resort. Pantainya membentang panjang dan lumayan alami, namun banyak sampah organik seperti ranting dan dahan yang terdampar di pantai. Mungkin saja ranting-ranting tersebut berasal dari daerah lain dan dibawa ombak hingga Pancur.

Di sini sangat cocok untuk menikmati sunset. Jika bro-sist hanya memiliki waktu sehari di Alas Purwo, maka kunjungan ke Pancur idealnya dilakukan setelah pantai Plengkung mengingat medan perjalanan dari dan ke Plengkung yang tidak begitu nyaman jika sudah gelap.

Pantai Pancur
Pantai Pancur

Destinasi Lainnya

Sebenarnya masih banyak lokasi yang ‘juicy’ untuk dikunjungi di TN Alas Purwo. Bagi yang suka melihat burung, bisa datang ke hutan bakau di Bedul. Hutan bakau ini merupakan yang terluas di pulau Jawa. Di sini bro-sist bisa menyewa perahu untuk menyusuri kealamian hutan bakau Bedul. Jika bro-sist beruntung, biasanya ada banyak burung migran dan lokal yang hidup di hutan ini. Bro-sist juga bisa trekking menyusuri hutan bakau dari pagi hingga siang hari dengan akhir perjalanan di Segoro Anak. Menarik bukan?

Trekking di hutan bakau  foto: http://tnalaspurwo.org/teluk-banyubiru-slenggrong.html
Trekking di hutan bakau foto: dokumentasi www.tnalaspurwo.org

Ada juga pantai Triangulasi yang terletak di dekat Sadengan yang lumayan alami. Selain trakking di Bedul, bro-sist juga bisa melakukan susur pantai dengan rute dari pantai Triangulasi – Ngagelan – Bedul. Selain itu ada pula tempat-tempat eksotis yang hanya bisa dicapai dengan perahu, seperti Teluk Banyu Biru yang airnya biru seperti di Raja Ampat. Melihat foto teluk ini, bro-sist tak akan percaya jika itu di pulau Jawa.

Teluk Banyu Biru foto: http://tnalaspurwo.org/teluk-banyubiru-slenggrong.html
Teluk Banyu Biru
foto: http://tnalaspurwo.org/teluk-banyubiru-slenggrong.html
Teluk banyu biru dari atas foto: http://tnalaspurwo.org/teluk-banyubiru-slenggrong.html
Teluk banyu biru dari atas
foto: http://tnalaspurwo.org/teluk-banyubiru-slenggrong.html

Jika bro-sist ingin menikmati hutan dan isinya, bro-sist bisa melakukan trekking di Alas Purwo dengan beberapa jalur yang sudah ada. Untuk menikmati tracking ini, bro-sist harus menghubungi petugas untuk keamanan dan ketertiban selama trekking.

Lutung sedang menikmati sore
Lutung sedang menikmati sore
Kera ekor panjang
Kera ekor panjang

TN Alas Purwo juga menawarkan wisata religi untuk umat Hindu karena di kawasan ini terdapat Pura Luhur Giri Saka, salah satu peninggalan sejarah Hindu di pulau Jawa. Tak jarang umat dari pulau dewata bertandang ke seberang untuk meribadah di Pura ini.

Pura Luhur Giri Saka
Pura Luhur Giri Saka

Jika bro-sist ke Banyuwangi, bro-sist harus mengunjungi hutan ini. Bro-sist bisa melihat-lihat laman www.tnalaspurwo.org untuk melihat berbagai informasi mengenai Taman Nasional ini.

Happy travelling!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *