Pantai Gesing: Primadona Gunungkidul Barat

Terik mentari berpadu dengan angin dan wangi laut terasa istimewa siang itu saat saya dan sobat pejalan berteduh dibawah pohon cemara laut yang rindang. Saya disuguhi ombak yang menari dan menderu tertiup angin pantai selatan. Mata pun mengantuk dan tak ingin beranjak dari amben (semacam bangku lebar sebesar ranjang) yang sengaja dibuat penduduk setempat di bawah cemara. Di sisi kiri sebenarnya ada pantai pasir putih yang menghadap ke teluk, namun siang itu tampak ramai pejalan yang bercengkrama dengan ombak dan pasir. Karena ramai, saya menjadi malas mantai dan lebih tertarik untuk mengeksplorasi bukit kecil di samping kanan pantai yang pasti menawarkan pemandangan laut dan tebing khas pesisir selatan Jawa, pemandangan pantai Gesing di dusun Panjolomulyo, desa Girikarto, kecamatan Panggang, kabupaten Gunungkidul.

Perjumpaan kami dengan Gesing sebenarnya tidak direncana karena awalnya tujuan utama perjalanan ini adalah ke Pantai Butuh yang juga terletak di Girikarto. Karena salah ambil jalan, akhirnya kami tidak sengaja tiba di sekitar Gesing. Karena sudah dekat, maka kami membelokkan kuda besi ke Gesing dengan bonus panorama kebun jati yang mengapit jalan kecil menuju ke pantai.

Medan menuju gesing
Medan menuju gesing

Nama Gesing sesungguhnya sudah tidak asing lagi di wilayah Gunungkidul bagian barat, terbukti setelah memasuki kecamatan Panggang, anda dapat dengan mudah menjumpai papan petunjuk utama menuju ke pantai Gesing. Meskipun sudah dijadikan destinasi utama di kawasan barat, namun tak banyak pejalan mainstream yang mengetahui keberadaan pantai ini atau setidaknya pernah mendengarnya. Dari beberapa blog wisata yang saya baca, kebanyakan mengategorikan pantai ini sebagai pantai “perawan” karena belum banyak dikenal orang dan cenderung masih sepi. Selain lokasinya di bagian barat yang nota bene jauh dari pantai-pantai idola para pejalan seperti di daerah Tepus atau Tanjungsari, akses menuju Gesing dapat dibilang lumayan pelosok.

Pantai Gesing Gunungkidul
Pantai Gesing Gunungkidul

Saat saya tiba di Gesing, tampaknya “keperawanan” Gesing tidaklah seperti yang diceritakan di beberapa blog karena pantai lumayan ramai dan lapak seafood penuh dengan wisatawan. Mungkin fenomena ini bertepatan dengan hari libur karena saat saya mengunjungi Gesing adalah tanggal merah. Berita baik tentunya untuk kemajuan ekonomi masyarakat setempat dan para nelayan yang melaut dari Gesing. Sekadar info, Gesing merupakan pantai pelabuhan Nelayan dan aneka perahu berwarna biru bisa anda jumpai di sepanjang pantai. Meskipun ramai, saya bisa katakan jika Gesing masih terlihat alami, bersih dan teluknya sangat tenang terlebih di sore hari yang bagai mengundang siapa saja untuk nyemplung ke air.

Pantai Gesing saat ramai
Pantai Gesing saat ramai

Saya dan sobat saya tak berminat untuk mantai karena terlalu ramai, akhirnya kami blusukan ke bukit kecil di sisi kanan (barat) pantai untuk sekadar mencari spot untuk foto sambil menikmati samudera. Di tengah jalan menuju menara pengukur hujan di “puncak” bukit yang katanya disebut bukit Mburi Pandan, kami menjumpai bebatuan karst yang menyembul dari tanah dan terkesan seperti ditata. Sepintas keberadaan bebatuan ini mengingatkan saya pada destinasi Stone Garden di kabupaten Padalarang, Jawa Barat, yang memiliki kontur serupa dengan di Gesing. Sungguh istimewa karena pesona alam Gunungkidul tak kalah dibandingkan tempat lain. Malah, di sini saya mendapat bonus pemandangan pantai dan tebing yang elok dipadu dengan angin dan aroma laut yang segar.

"Stone Garden" dan pantai
“Stone Garden” dan pantai

Stone Garden di bukit Mburi Pandan
Stone Garden di bukit Mburi Pandan

Sampai di “puncak”, mata pun dimanjakan pemandangan tebing-tebing yang menjorok ke laut yang tepatnya berada di sisi kiri (timur) Gesing. Biru samudera Indonesia berpadu dengan hijau vegetasi di permukaan tebing serta warna alami tebing yang kecoklatan.

Tebing di sisi timur Gesing
Tebing di sisi timur Gesing

Di sisi kanan pun tak kalah cantik. Tebing kecoklatan berbaris rapi menyambut ombak yang terpecah dan menjadi buih-buih putih dipermukaan pantai. Karakteristik kontur pantai di Gungkidul memanglah seperti ini dan yang paling cantik salah satunya adalah tebing-tebing di pantai Janganan, di sebelah timur pantai Gesing. Konon, dari atas bukit ini matahari terbenam akan terlihat lebih eksotis sambil menikmati sore dan semilir angin pantai. Siapkan kamera anda jika anda ingin ‘berburu’ sunset di sini.

Pejalan menikmati pemandangan
Pejalan menikmati pemandangan

Aktivitas yang dapat dilakukan selain mantai dan menaiki bukit adalah makan! Karena Gesing adalah pantai pendaratan nelayan, maka tak mengherankan jika santapan seafood di Gesing menjadi lebih istimewa karena kesegarannya. Anda bisa mencoba berkuliner di Gesing dengan mencoba masakan seafood di lapak-lapak makanan sekitar pantai. Selamat mantai di Gesing!

Baca juga pesona pantai di Gunung Kidul bagian barat yang cenderung masih sepi pejalan:
Pantai Ngedan
Pantai Janganan
Atau pantai sepi lainnya:
Pantai Sanglen
Pantai Jungwok
Pantai lain yang sepi dan alami di Gunungkidul

Peta Gesing:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *