Menikmati malam di taman Suropati

Kring…kring…kring..

Kring…kring…

Kata-kata diatas bukan petikan lirik lagu anak-anak, bro-sist. Yang ini adalah gambaran suara warung kopi keliling di atas sepeda yang berlalu lalang di sekitar taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Ditengah kegersangan ibukota dan diantara hutan beton Jakarta, ternyata ada taman yang sangat asri di jantung kota.  Taman Suropati dengan pepohonan besar dan rerumputan seolah-olah bukan berada di Jakarta. Meskipun ada taman lain semacam taman menteng, taman kodok, taman barito, dll, Suropati ‘berbeda’ karena begitu asri dan nyaman.

taman suropati

A post shared by Yoma Preston (@yomapreston) on

Kehadiran taman Suropati bagai oase bagi warga Jakarta yang rindu akan ruang terbuka hijau. Tak mengherankan jika di sini menjadi tempat nongkrong, dari para ABG hingga orang tua. Sabtu minggu pagi selalu ramai dengan keluarga dan anak-anak yang  bermain dan bercengkrama. Orang muda duduk-duduk bercerita dengan pujaan hatinya, orang tua berjalan mengelilingi taman berombongan sambil membicarakan masalah negara. Beberapa petugas kebersihan bagai menggoreskan kuas di atas lantai taman dan rerumputan, suara sapu berpadu dengan celotehan anak-anak, suara burung dara dan obrolan orang muda dan tua.

Siang hari pun tak surut, masih selalu ada warga Jakarta-atau mungkin juga traveler-yang sekadar duduk-duduk sambil menyantap bekal atau jajanan yang ditawarkan pedagang kaki lima. Tak sedikit pula para ekspatriat yang berolah raga sambil membawa anjingnya mengelilingi Suropati.

Sore di Suropati tak kan pernah sepi. Bertemu kawan sepulang kerja menjadi lebih menarik di Suropati dibanding bertemu di mall atau sejenisnya. Bagi bros-sist yang bosan dengan mall, suropati menjadi tempat yang sehat untuk bersosialisi dengan kawan. Dua air mancur pun selalu menari di sore hari, menghibur siapa saja yang melihat dan mendengarnya.

A post shared by Yoma Preston (@yomapreston) on

Semakin malam, semakin ramai. Tak hanya orang bercerita, musisi-musisi mulai mendendangkan lagu dengan alunan akustik untuk sekadar latihan bersama atau memang sedang mementaskan musik mereka. Jumat, Sabtu dan Minggu malam biasanya banyak “pertunjukan” musik di sini. Dari perpaduan biola dan gitar, hingga alunan jazz yang membius malam.

pentas musik
pentas musik

Suropati memang menjadi “taman musik” karena memang sejak dulu banyak mahasiswa atau musisi yang berlatih dan berpentas kecil-kecilan di sini. Tak mengherankan jika bro-sist menjumpai sebuah sudut di Suropati dengan logo kunci G dilantainya, yang tidak lain adalah tempat pentas para musisi Suropati. Tak sedikit pula musisi jalanan yang ngamen di malam hari, menghampiri orang-orang yang duduk dibangku taman, meminta imbalan seiklasnya.

Menikmati malam di Suropati, mendengar musik di antara pepohan dan temaram lampu taman. Cukup untuk sekadar penawar penat di ibukota.

berkumpul
berkumpul

Dan Suropati sekarang semakin menawan karena pemerintah DKI sangat menjaga kebersihan dan kerapihannya. Lima tahun lalu, Juicytrip tidak menjumpai bangku taman di sini, namun sekarang sudah ada banyak bangku yang membuat pengunjung semakin nyaman.

malam di Suropati
malam di Suropati

Ditambah kuliner kaki lima khas Suropati seperti tahu gejrot dan kue cubit, pengunjung pun semakin betah di sini. Selain itu warkop keliling selalu siap menyediakan aneka minuman buat pengunjung. Baru-baru ini pedagang kaki lima dilarang memasukkan gerobaknya ke taman, namun mereka dapat menawarkan dagangannya dengan mendatangi tiap pengunjung. Jika ada pesanan, maka sang pedagang akan membawakan pesanannya ke pengunjung. Suara bel sepeda warkop tak terdengar lagi di dalam taman, sayup-sayup bel-bel itu memanggil pengunjung dari luar taman. Sisi positifnya, pedangang semakin tertib dan keindahan Suropati selalu terjaga.

warkop sepeda (dulu)
warkop sepeda (yang kadang masuk taman, kadang diluar taman)

Juicytrip merekomendasikan taman ini sebagai tempat yang harus dikunjungi di Jakarta. Malam Sabtu atau malam Minggu untuk mendengarkan musik dan meikmati malam di Suropati. 

Happy travelling!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *