Lapangan Tiananmen: Saksi Sejarah Tiongkok

thejuicytrip.com – Malam itu saya mendarat di bandara Beijing Capital dengan sambutan udara dingin. Maklum saja akhir Maret adalah mulainya musim semi di negeri Tiongkok. Bandara yang mewah, besar dan bersih meninggalkan kesan positif di benak saya. Selain itu, saya sempat menikmati perjalan pindah terminal dengan kereta kapsul otomatis. Dari tempat mendarat di terminal T3 – E, saya harus pindah ke terminal T3 – C untuk mengambil bagasi dan keluar dari bandara.

Musim semi seperti mencumbui sakura hingga malam pun tampak mempesona karena mekarnya sang sakura. Jalanan malam itu tak macet seperti yang sering diberitakan.

Malam itu saya menginap di Jinlung Hotel di kawasan pusat kota dan pusat bisnis. Sepintas, hotel tampak kuno walau gedungnya menjulang tinggi. Meski demikian, kamar tetap lumayan bagus. Saya tak akan mereviu hotel ini, untuk ukuran bintang empat memang sudah standarnya begitu. Malam itu saya sempatkan untuk berjalan menyusuri trotoar dan melihat susasana malam di jantung kota. Rapi dan bersih adalah kesan pertama saya melihat trotoar dan jalanan di pusat Beijing ini, meskipun sebelumnya saya baca jika kota ini macet dan penuh polusi.

Petualangan pertama saya di Beijing dimulai di icon Beijing. Apalagi jika bukan lapangan Tiananmen yang menjadi saksi bisu sejarah Tiongkok. Berbagai peristiwa berdarah pun tercatat pernah terjadi di lapanganTiananmen.
Tianamen disebut-sebut sebagai salah satu lapangan (square) terluas di dunia. Selain bernilai sejarah, lapangan ini juga memiliki nilai budaya karena nama Tiananmen sendiri berasal dari nama sebuah gerbang kekaisaran yang dibangun oleh Dinasti Ming pada 1415. Namun, gerbang ini kemudian hacur saat terjadi pertempuran antara pasukan Li Zicheng melawan Kekaisaran Qing. Gerbang Tiannamen dibangun lagi pada tahun 1969 dan kini berdidiri kokoh di utara lapangan. Sedangkan Lapangan Tiananmen dibangun kembali pada 1651 dan pada tahun 1950 diperluas menjadi empat kali lipat.

Lapangan Tiananmen di sebuah pagi yang berkabut
Lapangan Tiananmen di sebuah pagi yang berkabut

Lapangan ini setidaknya terkenal dalam peristiwa sejarah seperti gerakan Empat Mei pada tahun 1919; Proklamasi Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 1949; gerakan protes di Tiananmen 1976; dan gerakan protes di Tiananmen pada 1989. Tiananmen juga digunakan untuk acara-acara kenegaraan seperti parade militer.

Karena nilai sejarah dan budaya tersebut, tak mengherankan jika setiap hari tempat ini dikunjungi ribuan orang dari penjuru Tiongkok dan dunia. Sebagai antisipasi tindakan anarkis maupun untuk menghindari demonstrasi bakar diri yang dulu sering terjadi di sini, pihak kepolisian menerapkan pemeriksaan secara ketat.

Pemeriksaan keamanan menuju Tiananmen
Pemeriksaan keamanan menuju Tiananmen

Sebelum memasuki kawasan Tiananmen, pejalan diharuskan melewati pos pemeriksaan yang dilengkapi dengan detektor logam dan alat pindai sinar x untuk memindai tas dan barang bawaan pejalan. Menurut teman saya, kadang petugas meminta pejalan untuk meminum air dalam kemasan yang dibawanya untuk mengetahui jika cairan yang dibawa bukan premium atau pertamax untuk bakar diri. Untuk keamanan dan ketertiban, lapangan ini juga dilengkapi dengan ratusan kamera CCTV dan dijaga polisi baik berseragam maupun preman.

Akhirnya saya memasuki kawasan Tiananmen yang selama ini hanya bisa saya bayangkan atau saya lihat di media. Saya berdiri diatas salah satu lapangan paling bersejarah di dunia. Di sebelah utara tampak foto raksasa Chairman Mao Zedong yang tergantung di gerbang Tiananmen. Tepat di seberang gerbang selatan Forbidden City (Meridian Gate) atau di timur gerbang Tiananmen, sebuah garis dari ubin tertata lurus membujur ke utara dan selatan melewati tugu monument pahlawan rakyat yang terletak di tengah lapangan hingga ke mausoleum Mao Zedong. Menurut teman saya, garis tersebut sudah ada sejak dahulu dan terdapat juga di tengah Forbidden City dan bermakna membelah kota Beijing menjadi dua bagian, yaitu barat dan timur.

The Great Hall of the People
The Great Hall of the People

Di sekitar Tiananmen juga terdapat bangunan penting seperti Great Hall of the People di bagian barat, National Museum of China di bagian timur, bagian utara (yang terpisah jalan raya) adalah Forbidden City dan bagian selatan adalah Musoleum Chairman Mao.

Monument of the People's Heroes
Monument of the People’s Heroes

Akses ke tempat ini bisa menggunakan subway – Line 1 dengan perhentian di Stasiun Tiananmen West dan Stasiun Tiananmen East. Line 2 juga dapat digunakan dan pejalan bisa turun di stasiun Qianmen di bagian selatan lapangan. Beberapa bus kota juga melewati lapangan, baik sisi utara maupun selatan.

Foto di seberang gerbang Forbidden City
Foto di seberang gerbang Forbidden City

Lapangan biasanya tebuka setiap hari untuk umum (kecuali ada acara kenegaraan) dengan jam operasional dari jam 05:00 hingga 22:00 waktu setempat.

Semoga bermanfaat.

Salam Juicytrip!

*catatan:
Saya mendarat di Beijing pada 30 Maret 2015 dan perjalanan ke Tiananmen pada 2 April 2015.
Pos ditulis pada 25 April 2015 di Ibukota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *