Pagi di Oud Batavia

Ubin-ubin batu ini masih kokoh menutupi sebuah halaman yang luas di depan bangunan tua bergaya eropa. Memang berada di sini seperti berada di sebuah kota di benua eropa. Mulai abad ke-17, tempat ini menjadi pusat pemerintahan kolonial belanda di bumi Nusantara. Maka tak mengherankan jika arsitektur bangunan-bangunan di kawasan ini bergaya belanda. Tempat ini juga telah menjadi saksi bisu kehadiran bangsa eropa di pulau Jawa, di sebuah kawasan yang dulu dijadikan pusat pemerintahan belanda di Indonesia. Mereka dulu menyebut tempat ini sebagai “Koningen van Oosten” atau “Ratu dari Timur” yang merupakan cikal bakal kota bernama Jakarta.

Pagi ini saya berkesempatan menikmati suasana berbeda di Kota Tua. Begitulah sebutan yang disematkan oleh masyarakat Jakarta pada situs bersejarah yang dulu di sebut “Oud Batavia” atau “Batavia Lama” . Kota Tua pagi ini masih tampak agak sepi dibanding di siang dan sore hari. Menikmati tempat ini sepertinya paling cocok di pagi hari saat tidak banyak pejalan yang berjubel menikmati suasana seperti di sore hari. Namun para pedagang tampaknya sudah siap untuk menjajakan dagangannya kepada para pejalan di pagi ini. Ada pedagang suvenir, makanan Betawi, kaca mata, minuman ringan, pelukis jalanan hingga peramal.

Tampaknya museum Fatahilah, bangunan utama di kawasan Kota Tua sedang direnovasi. Namun kegiatan renovasi tak mengurangi keindahan gedung karena ia ditutupi oleh backdrop yang bergambar jendela-jendela seperti bangunan aslinya. Beberapa pejalan menikmati suasana dengan bersepeda kumbang mengitari lapangan kecil di pusat Kota Tua ini. Lapangan yang disebut Taman Fatahillah ini berada tepat di depan gedung Museum Fatahillah. Bangunan berarsitektur klasik ini dulunya adalah Gedung Balaikota, yang disebut “Stadhuis” dalam bahasa belanda.

Sepeda di Taman Fatahillah, tampak Museum Fatahillah di selimuti backdrop karena renovasi
Sepeda di Taman Fatahillah, tampak Museum Fatahillah di selimuti backdrop karena renovasi

Stadhuis mulai didirikan pada tahun 1707 dibawah komando Gubernur Jenderal Joanvan Hoon. Stadhuis selesai dibangun pada tahun 1712. Menurut informasi dari indonesia.travel, gedung ini ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974 setelah melewati berbagai perubahan fungsi. Sayangnya waktu saya ke sini, bangunan sedang di renovasi karena ada beberapa pergantian interior kayu yang sudah rapuh. Menurut kabar, renovasi ini dibiayai oleh UNESCOHal ini juga menandakan bahwa secara tidak langsung Oud Batavia ini sudah diakui sebagai cagar budaya dunia oleh UNESCO.

Di Taman Fatahillah ini banyak dijumpai penyewaan sepeda kumbang khas belanda. Bagi siapa yang mau ber-tempoe-doeloe, bro-sist bisa menyewa sepeda kumbang lengkap dengan topi khas belanda, baik untuk cewek atau cowok. Dengan Rp. 20.000 anda bisa keliling Taman Fatahillah selama setengah jam. Selain sepeda, banyak pula ‘patung’ tokoh pahlawan dan prajurit nasional dengan segala atributnya. Patung-patung ini adalah para seniman dari Komunitas Manusia Batu (Kombat) yang memerankan tokoh dengan make-up seperti patung (batu). Ada tokoh Jenderal Sudirman, tentara, hingga noni belanda dan si pitung. Selain itu ada pula badut Winnie The Pooh dan Marsha yang siap untuk diajak foto bersama 😀 Tak ketinggalan bintang lokal dari Jakarta, yaitu Ondel-ondel. Silahkan lihat foto-fotonya di bawah ini:

Di kawasan ini juga terdapat banyak gedung tua yang sekarang digunakan untuk bermacam fungsi. Ada gedung Kantor Pos yang masih aktif hingga kini, ada Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, ada juga untuk kafe. Masih banyak juga gedung yang kosong dan rusak karena sudah dimakan usia. Sekadar informasi, menurut laman UNESCO Indonesia, kawasan Kota Tua ini akan direvitalisasi dan direnovasi total secara bertahap agar nilai sejarah dan nilai budaya yang terkandung didalamnya dapat terus lestari.

Hari ini, 8 November 2014, ada acara Festival Kota Tua yang diadakan oleh Dinas Pariwisata. Ada pentas musik, lawak betawi, dll. Acara akan berlangusung dari pagi hingga malam hari. Selain itu, besok, Minggu, 9 November 2014, juga akan diadakan festival lain yang berjudul Festival Tempoe Doeloe.

Atap Museum Fatahillah
Atap Museum Fatahillah

Jika bro-sist ke Ibukota, silahkan mampir di sini dan merasakan suasana ‘eropa’ tempo dulu di kawasan Kota Tua Jakarta. Gratis lho.

Happy travelling! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *