Tambora Menyapa Dunia

5 April 1815, bumi berguncang karena letusan sebuah gunung api bernama Tambora yang terletak di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Menurut beberapa sumber, letusan Tambora saat itu maha dahsyat yang ditandai dengan muntahan lava panas, lontaran batu ke langit dan berhamburnya gas sulfur yang semuanya menjadi kombinasi mengerikan dan menyelubungi tak hanya Nusa Tenggara namun seluruh penjuru dunia.

Menurut keterangan di laman indonesia.travel, saat meletus, Tambora memancarkan sekitar 400 juta ton gas sulfur secara vertikal hingga jauh di atas awan setinggi lebih dari 43 km ke lapisan stratosfer. Siang pun berubah menjadi gulita dan diperkirakan 17.000 orang di sekitar gunung meninggal dunia.

Abu vulkanis tak pelak menyebar kemana-mana dan mematikan vegetasi di pulau-pulau sekitar. Bahkan sejarah mencatat bahwa abu Tambora telah menyebar hingga Eropa dan menyobek ozon,uniknya abu itu menetap di lapisan troposfer selama bertahun-tahun. Abu kemudian turun terbawa hujan yang tak henti dan memakan korban karena memicu penyakit. Laman indonesia.travel juga menulis bahwa tercatat sekitar 65.000 orang meninggal di Inggris karena epidemi tifus yang diakibatkan oleh hujan tak henti selama 8 minggu. Konon abu Tambora juga membuat gagal panen di berbagai negara seperti Tiongkok, Irlandia dan daratan Eropa.

Itulah sekilas peristiwa besar pada 200 tahun lalu di dunia. Gunung Tambora telah mencatatkan dirinya sebagai salah satu gunung paling mematikan dalam sejarah peradaban manusia. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima ini dulu adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Cartenz Piramid, dengan ketinggian sekitar 4.300 mdpl. Sebagai catatan, Cartenz Piramid di Puncak Jaya memiliki tinggi 4.884 mdpl. Letusan maha dahsyat telah menghancurkan hampir separuh Tambora dan kini ia hanya memiliki ketinggian 2.851 mdpl.

Uniknya, bekas letusan itu sekarang menjadi kawah yang sangat besar dengan diameter sekitar 7km dengan keliling 16km (Indonesia.travel). Tak mengherankan jika gunung ini dijuluki dengan gunung dengan kawah terbesar di Indonesia. Jika dilihat dari citra satelit peta mbah Google, gunung ini tampak sangat mempesona. Konon keindahan alamnya kini pun juga luar biasa indah. Saya menyebut konon, karena saya belum pernah ke sana 😀 Sekarang kawasan Gunung Tambora dipetakan menjadi dua kawasan konservasi yakni Tambora Wildlife Reserve seluas 80.000 hektar dan Tambora Hunting Park seluas 30.000 hektar.

Untuk memperingati 200 tahun meletusnya Tambora, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi NTB mencanangkan Tambora Menyapa Dunia (TMD). Sepintas judul kegiatan ini mirip dengan kejadian 200 lalu saat Tambora “menyapa” dunia dengan abunya. Tapi kini tentunya berbeda situasinya karena Tambora meskipun masih aktif namun statusnya cukup aman untuk dikunjungi. Terbukti, pemerintah sedang menggalakkan promosi wisata untuk destinasi Tambora dan pulau Sumbawa.

Berbagai acara akan diadakan di pulau Sumbawa selama enam bulan, yaitu dari 4 April hingga Agustus 2015. Sedangkan acara utama digelar 4-12 April 2015 dan puncaknya pada 11 April 2015.Salah satu acara adalah Tambora Bike dan Mount Tambora Ultra Trail Run. Selain itu ada juga pentas budaya khas Sumbawa. Menurut kompas.com, akan dipertontonkan pertunjukan seni budaya yang melibatkan semua sanggar di Tambora, ada juga upacara selamatan laut di kawasan Samota (Satonda, Moyo, dan Tombora), hingga pawai dan jambore budaya di Dusun Pancasila, dusun terakhir sebelum mencapai puncak Tambora.

Pemerintah menyasar pejalan mancanegara dan domestik melalui TMD untuk semakin mengenalkan Sumbawa sebagai destinasi yang menakjubkan dan tak kalah dengan Bali atau Lombok tetangganya.

Anda tertarik ke Sumbawa dan menyaksikan panorama mempesona dari puncak Tambora?

Salam Juicytrip!

Referensi:

kompas.com

indonesia.travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *