Curug Putri yang Mistis: wisata Kuningan (2)

Hawa sejuk pegunungan dan pepohonan menemani siang itu saat saya berjalan menuju sebuah curug yang menyimpan cerita legenda. Konon curug ini dulu menjadi tempat permandian bidadari dari kayangan hingga akhirnya para penduduk menamainya curug Putri (atau Ciputri). Sepintas jika dilihat dari kejauhan, bentuk air terjun curug Putri memang seperti lekuk tubuh perempuan yang bergaun putih. Inilah curug Putri yang cukup kondang di dunia wisata kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Penjelajahan saya di Kuningan dimulai dari kawasan barat kota, tepatnya di desa Cisantana, kecamatan Cigugur. Setelah turun di taman Cirendeng, langkah kaki saya berlanjut ke pertigaan Cigugur untuk mencari angkot menuju ke Cisantana. Sebenarnya ada ojek yang mangkal di pertigaan, namun saya tidak tau harga pasaran ojek dari Cigugur ke curug Putri. Maka dari itu saya memilih naik angkot meskipun agak lama menunggu. Tanyakan ke sopirnya jika angkot yang akan ditumpangi menuju ke Cisantana. Sampai di Cisantana, saya akhirnya harus berganti ojek karena tidak ada trayek angkot menuju ke kawasan wisata Taman Nasional Gunung Ciremai, di desa Palutungan, Cisantana, tempat curug Putri berada.

Gerbang masuk kawasan Taman Nasional (Bumi Perkemahan Palutungan)
Gerbang masuk kawasan Taman Nasional (Bumi Perkemahan Palutungan)

Curug Putri ternyata berada di kawasan Bumi Perkemahan Palutungan. Meski menempati kawasan Taman Nasional, rupanya pengelolaan tempat wisata ini dilakukan oleh pihak ketiga. Jadi saat memasuki kawasan, pejalan harus membayar dua retribusi sekaligus yaitu karcis masuk Taman Nasional yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan sebesar Rp.5.000 dan karcis masuk bumi perkemahan Palutungan yang dikelola CV Wisata Putri Mustika sebesar Rp.7.500. Sehingga total biaya retribusi untuk melihat curug Putri adalah Rp.12.500. Bagi saya angka 12.500 cukup besar untuk sekadar melihat curug, meskipun pejalan bisa melanjutkan eksplorasi di bumi perkemahan yang memiliki wahana outbond atau berkemah di sini.

Jalan menuju curug Putri
Jalan menuju curug Putri

Hutan pinus
Hutan pinus

Tak perlu waktu lama untuk menggapai curug dari gerbang utama karena sang air terjun hanya berjarak sekitar 100 meter dari situ. Sedikit menuruni lembah di atara rindangnya pohon pinus, saya mulai mendengar gemericik air dan didepan saya terdapat jembatan kecil yang melintang di atas sungai yang rupanya berasal dari air terjun. Dari atas jembatan, anda akan disuguhi jernihnya air sungai dan di ujung sana terlihat bendungan kecil yang mengalirkan air terjun kecil nan rapi. Udara sejuk pegunungan terasa menyegarkan karena memang tempat ini berada di lereng Gunung Ciremai.

Sungai di bawah curug Putri
Sungai di bawah curug Putri

Curug Putri yang berbentuk seperti tubuh perempuan
Curug Putri yang berbentuk seperti tubuh perempuan

Di belakang bendungan terlihat air terjun yang berbentuk seperti ‘sosok’ putri. Inilah curug Putri yang konon tempat mandinya para bidadari dari kayangan. Dengan ketinggian sekitar 20 meter, curug ini lumayan bagus untuk sekadar di foto. Rimbunnya pepohonan di sekitar curug menambah kuatnya aura mistis yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat yang sakral.

Suasana curug Putri
Suasana curug Putri

Beberapa pejalan tampak asik berfoto di sekitar curug, namun saya tak merasa betah untuk berlama-lama di sini. Langkah kaki beranjak meninggalkan curug Putri dalam perjumpaan yang singkat untuk sekadar mengobati rasa penasaran saya pada curug yang lumayan terkenal di Kabupaten Kuningan.

Baca juga tulisan sebelumnya tentang wisata di Kabupaten Kuningan.

2 thoughts on “Curug Putri yang Mistis: wisata Kuningan (2)

  1. Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    Tempat-tempat yang bagus di Indonesia sebenarnya banyak yang belum tereksplorasi untuk diolah menjadi tempat wisata.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *