Siap-siap, Banyuwangi Festival hadir lagi di 2017

Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi baru saja meluncurkan Banyuwangi Festival 2017 di kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (3/1/2017). Banyuwangi Festival 2017 (B-Fest)akan disemarakkan dengan 72 gelaran event besar yang menjadi ikon daerah dan event anyar yang akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi sepanjang tahun ini.

Seperti dirilis oleh Kemenpar, Bupati Banyuwangi Abudllah Azwar Anas mengatakan, “B-Fest kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Termasuk event dan kreasi baru juga akan kami sajikan. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat.”

Dari 72 gelaran event B-Fest 2017 akan disajikan event besar yang telah menjadi ikon daerah seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November 2017), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober 2017), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September 2017), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober 2017), selain event anyar yang akan menjadi magnet baru antara lain; Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September 2017) dan Festival Bambu (12-13 Mei 2017).

Azwar Anas menjelaskan, mengawali kegiatan telah digelar Festival Sedekah Oksigen dan Festival Jeding Rijig (toilet bersih) yang berlangsung di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi pada 25 Januari 2017 yang lalu, “Tahun ini kami juga menggelar event baru Festival Sastra (26 -30 April 2017) dan Festival Teknologi Inovatif (19-22 Juli 2017). Tujuannya tak lain untuk merangsang minat anak muda pada sastra dan inovasi teknologi. Kalau difestivalkan, tumbuh perhatian pada dua bidang tersebut,” kata Anas.

B-Fest 2017 kali ini akan menjadi ajang istimewa bagi industri fesyen daerah karena ada 5 event untuk memamerkan potensi desainer daerah mulai dari ajang Indonesia Fashion Week (4 Februari 2017), Green & Recycle Fashion Week (25 Maret 2017), Kebaya Festival (22 April 2017), Banyuwangi Batik Festival (29 Juli 2017), dan Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober 2017).

Gerbang TN Alas Purwo di Resort Rowo Bendo

B-Fest 2017 juga makin semarak dengan hadirnya event-event baru yang menjadi wadah bagi kreativitas anak muda dan mendorong sektor ekonomi kreatif. Seperti Festival Video Kreatif (26 Juli 2017) yang menampilkan potensi tiap desa dan Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus 2017) yang menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak.

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga difestivalkan antara lain Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017).

Selain itu festival Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017).

”Kami juga menggelar Agro Expo (13-20 Mei 2017), Festival Durian (20 Mei 2017) dan Fish Market (3 Oktober 2017) untuk menguatkan dan mempromosikan produk pertanian serta perikanan. Misalnya, bakal ditampilkan durian merah yang menjadi buah khas Banyuwangi,” kata Anas.

Untuk Festival Kuliner akan diangkat ‘pecel pithik’ salah satu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi yang diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan saat bertamasya rasa di depot-depot Banyuwangi.

Air terjun kembar, Banyuwangi

Untuk sport tourism, selain menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017) juga ada Banyuwangi International Ijen Green Run (23 Juli 2017), Banyuwangi International BMX (22-23 April 2017) dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus 2017).

Selain itu festival Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017).

Penambang belerang di kawah Ijen

Namun sayang sekali sepertinya festival Ngopi Sepuluhewu di Desa Osing tidak diadakan tahun ini.

Berikut urutan gelaran utama B-Fest berdasarkan waktu:
1. Festival Sedekah Oksigen dan Festival Jeding Rijig (toilet bersih) – 25 Januari 2017,
2. Banyuwangi International BMX (22-23 April 2017),
3. Festival Sastra (26 -30 April 2017),
4. Festival Bambu (12-13 Mei 2017),
5. Agro Expo (13-20 Mei 2017),
6. Festival Durian (20 Mei 2017),
7. Barong Ider Bumi (26 Juni 2017),
8. Festival Teknologi Inovatif (19-22 Juli 2017),
9. Banyuwangi International Ijen Green Run (23 Juli 2017),
10. Festival Video Kreatif (26 Juli 2017),
11. Festival Seblang (30 Juni 2017),
12. Banyuwangi Batik Festival (29 Juli 2017),
13. Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus 2017),
14. Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017),
15. Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus 2017)
16. Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September 2017),
17. Festival Seblang 2 (5 September 2017),
18. Kebo-keboan (14 September 2017),
19. Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September 2017),
20. Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017),
21. Kebo-keboan 2 (1 Oktober 2017),
22. Fish Market (3 Oktober 2017),
23. Petik Laut (4 Oktober 2017),
24. Jazz Ijen (6-7 Oktober 2017),
25. Festival Gandrung Sewu (8 Oktober 2017),
26. Petik Laut 2 (23 Oktober 2017),
27. Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober 2017),
28. Banyuwangi Ethno Carnival (11 November 2017)

Untuk keterangan lengkap silahkan mampir ke laman resmi pariwaisata Banyuwangi.

Tak mesti melihat festival, berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat panorama alam dan budayanya juga selalu menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *