Kilim Geoforestpark Langkawi, Taman Batuan Purba UNESCO pertama di Asia Tenggara

Bulan April lalu Juicytrip ditugaskan oleh majikan ke negeri Jiran untuk sebuah acara bilateral. Pertemuan bilateral bertempat di dua pulau yang menjadi icon pariwisata Malaysia, yakni Pulau Pinang dan Pulau Langkawi. Pertemuan seriusnya diadakan di Pinang dan kegiatan social program di laksanakan di Langkawi untuk melihat taman batuan purba atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Geopark. Malaysia memiliki sebuah taman batuan purba yang menawan dan sudah dianugerahi gelar warisan dunia oleh UNESCO. Tempat ini bernama Kilim Geoforest Park.

Sebelum berangkat menjelajah geopark
Sebelum berangkat menjelajah geopark

So, langsung saja Juicytrip ceritakan sekelumit mengenai Kilim Geoforest Park. Situs ini adalah geopark pertama di Malaysia yang terletak di pojok barat laut Peninsula Malaysia, dan merupakan geopark pertama di Asia Tenggara di bawah bendera UNESCO Global Geopark Network (GGN). Terletak di Negara Bagian Kedah, Kilim Geopark terdiri dari 99 pulau yang membentuk kepulauan Langkawi. Keunikan lain dari situs ini dalah letaknya di sepanjang muara sungai yang sebagian besar ditutupi vegetasi bakau.

batuan purba dan laut biru
batuan purba dan laut biru

Kawasan ini memang dikembangkan sebagai ekowisata dimana obyek utama adalah promosi lingkungan hidup dalam hal ini situs batuan purba, hutan bakau dan habitatnya. Untuk berkunjung ke tempat ini, traveller dapat menyewa jasa paket tour yang resmi dikelola oleh LADA (Langkawi Development Authority). Penjelajahan geopark ini dilakukan dengan kapal boat ukuran kecil yang memuat sekitar 10 orang. 

di atas boat
di atas boat

Diperlukan waktu sekitar 2 jam (PP) untuk dapat menyusuri sungai dan muara yang ditumbuhi rimbunnya bakau. Dalam perjalanan dengan boat ini, Juicytrip melihat bukit-bukit kecil yang hitam keabu-abuan dengan beberapa vegetasi hijau di punggungnya. Itu adalah batu-batu padas raksasa yang membentuk pulau yang berjumlah total 99 pulau.

IMG_0110

IMG_0236
Hutan bakau

Sebelum bertualang ditempat ini, Juicytrip dan teman-teman diberi penjelasan oleh petugas LADA. Ia mengatakan bahwa  tahun lalu pemerintah Indonesia mengadakan studi banding ke LADA untuk belajar mengenai pengajuan proposal kepada UNESCO untuk menjadi bagian dari GGN. Pada waktu itu, pemerintah kita akan mengajukan situs Gunung Batur di Bali untuk dimasukkan dalam GGN. 

Juicytrip dengar saat ini Gunung Batur berhasi menjadi anggota GGN. Selamat untuk masyarakat Bali, semoga bisa membawa rezeki dan hikmah untuk selalu merawat keindahan alam. Bukan tidak mungkin UNESCO mencabut keanggotaan GGN jika sebuah situs menjadi rusak atau salah urus.

Baru-baru ini Pemerintah Indonesia juga mengajukan proposal kepada UNESCO untuk memasukkan dua situs batuan purba di Jambi dan Kabupaten Gunung Kidul Handayani ke dalam GGN. Kedua situs tersebut adalah Kawasan Merangin di Jambi dan Kawasan Gunung Sewu di Gunung Kidul dan sebagian Pacitan. Semoga koleksi GGN di Nusantara ini semakin bertambah untuk dapat menambah pemasukan bagi negara dan masyarakat sekitar.

Balik lagi ke Kilim Geopark. Selama mengarungi sungai, Juicytrip menjumpai beberapa satwa endemik yaitu kera ekor panjang dan elang merah. Elang merah sendiri adalah lambang pulau Langkawi karena kata “Langkawi” berasal dari kata Elang dan Kawi – yang artinya merah.

Elang merah yang sedang mencari ikan
Elang merah yang sedang mencari ikan
Seekor kera kecil sedang nangkring di atas dahan bakau
Seekor kera kecil sedang nangkring di atas dahan bakau
keluarga kera
keluarga kera

Puas rasanya melihat keajaiban batuan geologis masa lalu, sangat eksotis terutama jika dilihat dari dekat, batuan tersebut seperti irisan-irisan kue yang rapi, ada yang melintang atau horisontal.

Seperti kue lapis
Seperti kue lapis
salah satu bukit dengan tulisan 'Kilin Geopark'
salah satu bukit dengan tulisan ‘Kilim Geopark’

Jika bro-sist ke Langkawi, silahkan berkunjung ke tempat ini. Kalau tidak, berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunung Kidul pun juga kurang lebih sama – namun tanpa sungai :). Meskipun di Nglanggeran kita bisa mendaki bukit batu yang tidak dapat didaki di Kilim. Tentu beda sensasinya. Biar bagaimanapun, negara kita lebih indah dari negara manapun. 


Referensi: http://www.langkawigeopark.com.my/v2/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *